Coba Tebak, Selain Sawit Apa Produk Andalan Ekspor RI?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 12:22 WIB
Nilai ekspor Indonesia terus mengalami penurunan. Akumulasi nilai ekspor Indonesia dari Januari-Agustus 2019 turun 8,28% dibandingkan tahun lalu.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indonesia sudah lama memegang kendali dalam ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Indonesia merupakan supplier CPO terbesar di dunia dengan nilai ekspor US$ 14,7 miliar pada tahun 2019 dan menguasai pangsa pasar dunia hingga 53%.

Namun, ternyata tak hanya sawit yang jadi produk ekspor andalan Tanah Air. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengungkapkan, ada 9 produk lainnya yang juga mampu memenangi pasar dunia, salah satunya sarang burung walet.

"Sarang burung walet merupakan produk seller market yang memiliki pangsa sebesar 47,8% dengan nilai US$ 364,3 juta. Dari total ekspor yang sebesar US$ 762,8 juta pada tahun 2019 negara tujuan ekspor utama yang masih terkonsentrasi pada China sebesar 60, 1%, Hongkong 23,7% dan Singapura 8,5%," ungkap Agus dalam webinar Seller Market Orientation Kadin, Rabu (22/7/2020).

Produk lainnya ialah cengkeh. Salah satu jenis rempah di Indonesia ini sangat diminati berbagai negara untuk diolah sebagai bahan baku dari obat herbal, sebagai bumbu masakan, olahan kuliner, industri rokok, dan sebagainya.

"Cengkeh yang menguasai pangsa pasar 36,1% di dunia dengan nilai US$ 111,5 juta dari total ekspor dunia sebesar US$ 309,2 juta pada tahun 2019. Negara tujuan ekspornya sebagian ke India 31,3%, Arab Saudi 11%, dan Uni Eropa (UE) 7,7%," urainya.

Produk andalan lainnya ialah oleochemical atau bahan kimia dari lemak yang biasa diolah untuk sabun, minyak goreng, dan mentega. Olochemical Indonesia mampu menguasai pangsa pasar dunia hingga 31,9%. Lalu juga nikel yang menguasai pangsa pasar dunia hingga 28%.

"Indonesia merupakan pemasok terbesar sedunia dengan pangsa 28%, negara tujuan ekspor Indonesia didominasi di pasar China, dengan pangsa pasar 41,5% disusul Ukraina 4,6%, dan Jepang 4,4%. Nilai ekspor bijih nikel Indonesia pada 2019 mencapai US$ 1,1 miliar dari total ekspor nikel dunia tercatat US$ 3,92 miliar. Tantangannya adalah pengembangan produk nikel olahan yang mendapat respon negatif dari negara-negara tujuan ekspor," papar dia.

Selanjutnya ialah timah yang menguasai pangsa pasar dunia hingga 24,7%, dan juga tisu yang mencakup pangsa pasar dunia hingga 18,9%. Sisanya ialah margarin dengan pangsa pasar 13%, cocoa butter 12,9%, dan flooring dari kayu hingga 12,7%.



Simak Video "Ma'ruf: Indonesia Hanya Jadi Tukang Stempel Produk Halal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)