Masa Pandemi, Petani Senyum Berkat Harga Gabah Naik 1,44%

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 22:45 WIB
gabah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto mengatakan harga gabah selama bulan Juli 2020 meningkat sebesar 1,44%. Dengan pertumbuhan ini, rata-rata harga gabah di tingkat petani mencapai Rp 4.788 per kilogram atau harga di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.883 per kilogram.

"Sedangkan harga gabah naik 1,32% jika dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Kemudian penerimaan petani atas harga gabah meningkat dan harga beras di tingkat konsumen turun. Ini membuktikan petani menerima harga yang lebih baik," ujar Suhariyanto dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2020).

Suhariyanto mengatakan jika dibandingkan dengan Juli 2019, rata-rata harga beras premium dan medium di penggilingan pada Juli 2020 naik sebesar 4,33% dan 1,14%. Sedangkan untuk beras luar kualitas mengalami penurunan sebesar 0,13%.

"Hal ini menggambarkan bahwa beras yang kita miliki sangat melimpah di pasar," katanya.


Lebih lanjut, dari 1.629 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Juli 2020, sebanyak 60,28 persen di antaranya merupakan gabah kering panen (GKP). Sedangkan 20,81 lainya merupakan gabah kering giling dan 18,91 sisanya adalah gabah luar kualitas.

Suhariyanto berharap, capaian ini bisa terus dipertahankan supaya petani Indonesia mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dan pangan Indonesia tetap tersedia dengan baik.

Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan menyampaikan sektor pertanian tidak pernah mengenal pandemi dan krisis, termasuk pandemi COVID-19. Menurut Syahrul, pertanian terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan jutaan masyarakat Indonesia.

"Dalam kondisi COVID-19 dan krisis apa saja, selama ini pertanian jadi jawaban. Makanya, ayo sama-sama kita galakkan pertanian. Tak perlu lahan besar. Di lahan keluarga atau di sekitar kita juga bisa," tuturnya.

Sementara itu, Ekonom sekaligus peneliti dari Institute for Development Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut perekonomian Indonesia akan segera pulih dalam waktu yang tidak lama. Menurutnya, dalam masa pemulihan ini ada 2 sektor kunci yang berperan signifikan salah satunya adalah sektor pertanian.

"Indonesia punya sumber daya pertanian yang melimpah, maka kunci untuk mendukung recovery adalah hilirisasi produk pertanian, inovasi, dan regenerasi petani muda," imbuhnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2020 yang mengalami kenaikan cukup tajam mencapai 100,09 atau naik 0,49% jika dibanding dengan NTP sebelumnya. Kenaikan terjadi lantaran Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47%.



Simak Video "Ratusan Hektare Tanaman Padi di Subang Kekeringan, Petani Terancam Rugi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)