7 Industri Ini Babak Belur Dihantam Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 13:46 WIB
Produk tekstil impor dari China makin deras masuk ke Indonesia. Para pengusaha industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Jabar pun mengeluh karena terancam bangkrut.
Ilustrasi/Foto: Rico Bagus

Sedangkan penjualan mobil secara wholesale mencapai 24.042 unit d kuartal II-2020, angka tersebut turun 89,85% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan turun 89,44% dibandingkan posisi yang sama tahun 2019.

Kemudian penjualan motor secara wholesale mencapai 31.625 unit pada kuartal II-2020, atau turun 80,06% dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 89,44% dibandingkan posisi yang sama tahun 2019.

Perlu diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat -5,32% dibandingkan dengan posisi yang sama di tahun 2019. Sementara dibandingkan dengan kuartal I-2020 maka terkontraksi 4,19%. Dengan angka tersebut, maka secara kumulatif terkontraksi 1,26%.

Sementara dari 17 sektor lapangan usaha pembentuk PDB, Suhariyanto mengatakan hanya tujuh sektor yang masih tumbuh positif, yaitu sektor pertanian, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa pendidikan, real estat, jasa kesehatan, serta pengadaan air.

"Dari 17 sektor yang ada hanya 7 sektor yang tumbuh tapi melabat kecuali untuk sektor informasi dan komunikasi, pada masa pandemi ini sektor ini tumbuh signifikan yaitu 10,8%," ungkapnya.

Jika dilihat secara rinci, secara keseluruhan sektor yang mengalami penurunan adalah industri -6,19%, perdagangan -7,57%, konstruksi -5,39%, pertambangan -2,72%, administrasi pemerintahan -3,22%, transportasi dan pergudangan -30,84%.

Selanjutnya, sektor akomodasi dan makan minum -22,02%, jasa lainnya -12,60%, jasa perusahaan -12,09%, pengadaan listrik dan gas -5,46%.

Sementara sektor yang positif adalah pertanian tumbuh 2,19%, informasi dan komunikasi tumbuh 10,88%, jasa keuangan tumbuh 1,03%, jasa pendidikan tumbuh 1,21%, real estat tumbuh 2,30%, jasa kesehatan tumbuh 3,71%, dan pengadaan air rumbuh 4,56%.


(hek/ara)