Melihat Hubungan Dagang RI dengan Filipina yang Tengah Dilanda Resesi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 21:30 WIB
Sebagai negara bertetangga, Indonesia dan Filipina sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor. Berikut beberapa komitmen kerja sama RI-Filipina yang terungkap.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Dok, Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Negara tetangga Indonesia, yakni Filipina tengah menghadapi resesi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi negara tersebut terkontraksi dua kuartal berturut-turut, yakni -16,5% pada kuartal II-2020, dan di kuartal sebelumnya -0,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019.

Lantas, bagaimana hubungan dagang antara Indonesia dengan Filipina negara tetangganya itu?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, ekspor komoditas Indonesia terbanyak ke Filipina adalah batu bara, kendaraan bermotor, kopi instan dan minyak kelapa sawit. Sementara impor Indonesia dari Filipina yaitu komponen elektronik, katoda, polipropilene, dan sekring listrik.

Pada tahun 2019, tepatnya periode Januari-Oktober 2019 mencapai US$ 6,43 miliar. Sementara itu, total perdagangan Indonesia-Filipina pada tahun 2018 sebesar US$ 7,79 miliar. Nilai ini meningkat dibandingkan total perdagangan pada 2017 yang tercatat US$ 7,48 miliar.

Pada awal 2019, Indonesia dan Filipina sepakat memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara berdasarkan hasil pertemuan Menteri Perdagangan periode 2016-2019 Enggartiasto Lukita dengan Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Ramon M. Lopez dan Menteri Pertanian Filipina Emmanuel Pinol. Kala itu, Enggar berkunjung langsung ke Kota Manila, Filipina.

"Indonesia dan Filipina berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik guna keberlangsungan kegiatan perdagangan dan investasi kedua negara. Kedua negara juga sepakat untuk saling memperluas akses pasar bagi produk-produk ekspor Indonesia dan Filipina," tegas Enggar pada 1 April 2019 lalu.

Melalui pertemuan itu, Indonesia-Filipina membahas penerapan Special Agricultural Safeguard (SSG) untuk produk kopi instan Indonesia yang telah diberlakukan Filipina sejak Agustus 2018. Produk kopi instan (HS 21011110), berdasarkan data BPS, merupakan produk ekspor terbesar ke-4 bagi Indonesia pada 2018 dengan nilai ekspor US$ 367,4 juta.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]