Curhat Para Petani Kopi Lereng Gunung Muria di Tengah Pandemi

Dian Utoro Aji - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2020 16:10 WIB
Curhatan Petani Kopi di Lereng Gunung Muria di Tengah Pandemi
Foto: Dian Utoro Aji
Kudus -

Petani di lereng Gunung Muria mengeluh harga kopi ditingkat petani mengalami penurunan. Saat ini harga jual kopi di harga Rp 18 ribu per kilo. Padahal tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 40 ribu per kilo.

Hal ini seperti yang dirasakan oleh salah satu petani kopi di lereng Gunung Muria, Parwanto (42). Petani kopi asal Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus ini mengaku saat ini sedang musim panen kopi. Kopi yang ditanam berjenis robusta. Lahan miliknya yang ditanami kopi ada sebanyak 1,5 hektar.

"Pekan-pekan ini mulai ada yang panen kopi. Kalau kopi yang saya tanam ini ada robusta," kata dia saat ditemui di lereng Gunung Muria turut Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Sabtu (8/8/2020).

Curhatan Petani Kopi di Lereng Gunung Muria di Tengah PandemiCurhatan Petani Kopi di Lereng Gunung Muria di Tengah Pandemi Foto: Dian Utoro Aji

Parwanto mengatakan, dalam setahun petani kopi panen sekali. Yakni pada bulan Agustus hingga September. Menurutnya kualitas panen kopi tahun ini terbilang kurang bagus. Sebab karena pengaruh cuaca kemarau panjang.

"Kualitas bagus kemarin ya, banyaknya juga tahun kemarin. Karena pengaruh cuaca," kata dia.

Pria yang sudah berkecimpung di dunia petani kopi sejak kecil ini mengaku tahun sebelumnya sekali panen bisa membaca pulang 2-3 ton basah. Namun tahun ini diperkirakan hanya lima kwintal saja. Itu pun sudah terbilang bagus.

"Kalau normalnya tahun lalu itu sekali panen bisa menghasilkan biji kopi 2-3 ton basah. Kalau tahun ini diperkirakan hanya 5 kwintal saja," kata dia.

Adapun untuk permintaan kopi tahun ini pun terbilang menurun. Parwanto mengatakan, hasil panen kopi miliknya biasanya dijual ke pengepul. Karena saat ini kondisi pandemi hal tersebut mengurangi permintaan kopi.

"Biasanya dijual ke pengepul, di sini ada. Tapi ini kan lagi pandemi sehingga permintaan mengalami penurunan," ujar dia.

"Kalau pas normal dan kondisi bagus itu sekali panen bisa mendapatkan uang bersih Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Pas harga bagus dulu ya," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2