Antisipasi Resesi Dunia, Wakil Ketua MPR Ajak Beli Produk Lokal

Abu Ubaidillah - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 11:27 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia berdampak pada 9 negara mengalami resesi, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Italia, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Filipina. Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid pun mengatakan Indonesia bisa saja terkena resesi juga.

"Dampak resesi di sana bisa menjalar ke Indonesia," ujar Jazilul, Minggu (9/8/2020).

Menurutnya, hubungan dagang dengan negara yang dilanda resesi pasti berpengaruh pada volume perdagangan Indonesia dan negara tersebut. Untuk mengantisipasi dampak resesi, pria yang akrab disapa Gus Jazil ini berharap semua pihak memikirkan tindakan dan langkah nyata.

Gus Jazil mengatakan resesi yang terjadi perlu dijadikan pelajaran bagi semua agar tidak terlalu bergantung pada produk luar saja. Supaya tidak bergantung pada produk luar, ia berharap masyarakat membeli produk dari dalam negeri.

"Yang selama ini diproduksi oleh usaha kecil, menengah, dan koperasi," ujarnya.

Sebenarnya apa yang dibeli masyarakat dari luar, ada dan dihasilkan oleh pengusaha lokal. Ia mencontohkan masyarakat yang suka kopi bisa membeli kopi produksi dalam negeri.

"Kita punya banyak kopi lokal, seperti dari Toraja, Flores, Bali, Aceh, dan daerah lainnya," sambung politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Menurut Gus Jazil membeli produk lokal yang dijalankan oleh para pengusaha UMKM memiliki banyak nilai penting. Jika volume ekspor turun karena resesi, maka produk yang ada bisa diserap sendiri. Dengan menyerap produk lokal, maka geliat usaha masyarakat akan tetap terjaga.

Selain itu, menurutnya nilai lain dari pembelian produk lokal adalah mencintai produk dalam negeri dan memperkuat sendi-sendi perekonomian seperti yang diamanatkan oleh UUD NKRI tahun 1945.

"Dan paling penting bila negara lain atau dunia diguncang perubahan ekonomi yang merugikan, kita bisa terhindar. Ayo beli produk UMKM. Membeli produk lokal kalau bukan kita, siapa lagi," pungkasnya.



Simak Video "Heboh Isu Mata Pelajaran Sejarah Akan Dihapus, Ini Penjelasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)