Ada Koperasi Gagal Bayar, Teten Mau Bikin Lembaga Pengawas

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 12:34 WIB
Menkop UKM Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/Foto: dok Kemenkop

Partisipasi Koperasi Masih Kalah dari Negara Lain

Teten mengungkapkan jumlah partisipasi koperasi di Indonesia masih kalau jauh dari partisipasi di negara lain di seluruh dunia. Menurut Teten, sampai hari ini, Kamis (13/8) jumlah partisipasi masyarakat Indonesia yang berkoperasi masih sangat kecil yaitu hanya sebanyak 8,41% dari total jumlah penduduk RI.

"Kalau kita lihat datanya hari ini masih kecil partisipasi masyarakat untuk berkoperasi yaitu 8,41% dibandingkan dengan negara lain yang sudah mencapai 16,31%. Dibandingkan dengan dunia juga saya kira kecil ya yang berkoperasi," kata Teten.

Berdasarkan sektornya, koperasi sektor pangan dan sektor petani masih paling dominan dibanding sektor lainnya. Meski begitu, partisipasinya pun masih tergolong kecil dibanding negara lainnya.

"Jika kita melihat proporsi pelaku UMKM di Indonesia di sektor pangan misalnya 51,2% tapi kelembagaan ekonomi petani yang berbentuk koperasi itu ada sekitar 13.821 unit atau 11,23% dari total koperasi aktif. Jadi juga dari angka itu kelihatan masih kecil," tambahnya.

Sedangkan, dilihat dari jenisnya, koperasi simpan pinjam masih mendominasi.

"Dilihat dari jenis usaha yang dijalankan oleh koperasi saat ini didominasi oleh koperasi simpan pinjam baik itu yang unit usaha simpan pinjamnya, itu ada 59,9%," sambungnya.

Teten menyayangkan partisipasi koperasi belum mampu menyasar ke sektor riil. "Koperasi belum bergerak di sektor riil atau sektor riil belum menjadi andalan usaha dari koperasi," pungkasnya.

Halaman

(ara/ara)