UMKM Bakal Dapat Diskon Sewa 50% di Bandara Soetta dan Kualanamu

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2020 19:27 WIB
Kini, persyaratan penerbangan dari dan ke Bali semakin mudah. Mulai 5 Juli 2020 lalu, calon penumpang cukup surat keterangan bebas corona dari rapid test.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Angkasa Pura II (Persero) akan memberikan diskon sewa bagi UMKM sebesar 50%. Diskon tersebut rencananya diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu.

Kemarin, 14 Agustus 2020, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Pelaksanaan penandatanganan itu juga dihadiri oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin dan beberapa Direktur Utama BUMN lainnya.

Di dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bandara-bandara AP II diharapkan dapat mendukung perluasan akses pemasaran produk UMKM dengan menyediakan ruang usaha yang lebih murah. Erick menuturkan operator bandara telah melakukan persiapan guna mendukung hal tersebut.

"Sejak awal untuk peran UKM di bandara saya telepon Pak Awaluddin (President Director PT Angkasa Pura II). Jadi yang disampaikan Pak Teten itu sama dengan pembicaraan saya dengan Pak Awaluddin," jelas Menteri BUMN Erick Thohir dikutip dari keterangan AP II, Sabtu (15/8/2020).

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan akan memberikan dukungan ruang usaha bagi UMKM dengan tarif sewa lebih murah 50% dari biaya normal.

"Setelah MoU ditandatangani oleh Menteri BUMN dan Menteri Koperasi & UKM, kemudian langkah selanjutnya adalah akan ada MoU antara PT Angkasa Pura II dengan Kementerian Koperasi & UKM untuk membahas lebih detail mengenai area komersial atau ruang usaha bagi UMKM di bandara-bandara PT Angkasa Pura II," ujar Awaluddin.

AP II menyiapkan hampir 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara. Nilai sewa khusus bagi UMKM adalah 50% dari biaya normal. Untuk poin-poin lainnya akan dibahas lebih detail setelah adanya MoU antara AP II dan Kementerian Koperasi & UKM.

Sebanyak hampir 100 ruang usaha yang disiapkan bagi UMKM itu antara lain terdapat di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu (Deli Serdang).

Capex ke UMKM

Di dalam kesempatan yang sama, Erick menuturkan Kementerian BUMN dalam waktu dekat akan meluncurkan program PaDi (Pasar Digital) untuk mendukung UMKM agar dapat ikut dalam pengadaan belanja modal BUMN untuk sejumlah kategori pekerjaan dengan nilai Rp 250 juta hingga Rp 14 miliar.

"Kita akan luncurkan program PaDi bagi UMKM di mana program ini sangat riil karena kita memberikan kesempatan UMKM supaya bisa menyerap capex daripada BUMN. Kita memulai dari 8 jenis pekerjaan apakah catering, alat berat dan lain-lainnya," jelas Erick.

Awaluddin mengatakan perseroan mendukung penuh program PaDi Kementerian BUMN.

"Tender pekerjaan senilai Rp 250 juta sampai Rp 14 miliar akan pindah porsinya ke UMKM. Kami akan menata jenis pekerjaan mana saja yang sesuai dengan program PaDi Kementerian BUMN, dapat dipindahkan ke pelaku UMKM," jelas Awaluddin.

Adapun AP II saat ini mengelola Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).



Simak Video "Bandara Soetta Sempat Dibanjiri Penumpang, Ini Solusinya"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)