3 Catatan buat yang Mau Bisnis Jasa di Tengah Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2020 19:00 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona, ada beberapa bisnis yang moncer namun ada juga yang lesu. Bagi masyarakat yang ingin memulai berusaha, ada baiknya menyimak beberapa tips dari Ippho Santosa selaku motivator dan penulis buku 7 Keajaiban Rezeki.

Dia menyebut ada beberapa bisnis yang lesu di tengah pandemi, salah satunya sektor jasa yang mengharuskan ada kegiatan kontak fisik. Sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, kegiatan yang mengharuskan kontak fisik tidak diwajibkan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Berikut beberapa catatan buat bisnis sektor jasa di tengah pandemi:

1. Salon hingga jasa kursus mobil bakal lesu

Khusus di sektor jasa, menurut dia usaha jasa yang mengutamakan kontak fisik akan menurun jika tidak bertransformasi. Transformasi di sini adalah beralih menjual sebuah produk yang masih sejalan dengan bisnisnya.

Dia mencontohkan seperti tukang cukur rambut, salon, jasa perawatan muka, kursus mobil, hingga bekam harus bisa beralih pada penjualan produk. Seperti halnya salon, harus mengutamakan produk pencegah kerontokan rambut dan lainnya.

Begitu juga dengan tukang bekam, yang bisa menjual berbagai produk minyak seperti zaitun hingga habbatussauda.

"Secara umum jasa yang mengharapkan kontak fisik, sentuhan fisik itu turun, orang akan menghindari atau mengurangi," ujarnya.

"Nah saran saya jasa itu yang terdampak itu karena dia mengharuskan kontak fisik coba beralih ke produk dulu, misalnya kita punya pangkas punya salon, tawarkan yang produk misalnya toner atau misalnya pencegah kerontokan, jadi itu dulu karena kalau barang itu bisa go nasional dengan cepat. Tapi kalau kita harapkan orang datang ke konter kita, mengharapkan kontak fisik itu cenderung mengurangi dan menghindari," tambahnya.

2. Harus Transformasi

Dalam program d'Mentor detikcom, Ippho mengungkapkan beberapa bisnis yang sebaiknya dihindari dulu atau harus bertransformasi agar usahanya tetap berjalan selama pandemi Corona.

Dia menyebut, salah satu bisnis sektor jasa harus bertransformasi agar bisa kuat terhadap dampak pandemi Corona. Kunci dari bisnis saat ini adalah yang mengedepankan kesehatan.

"Jadi nggak apa-apa teman-teman menjalankan bisnis yang ada, tapi menurut saya faktor kesehatan itu harus diperhatikan. Misalnya kayak tadi kaya laundry kita harus buktikan ke konsumen kita bahwa kami concern hal demikian," kata Ippho dalam program d'Mentor detikcom, Selasa (1/9/2020).

"Jadi kita lakukan sungguh-sungguh dan kita komunikasikan, kita buktikan kalau tangan dibersihkan, barang dipanaskan, selalu ada pengecekan berkala, orang tidak keberatan daripada dia cuci di rumah. Jadi kebutuhan itu tetap ada," tambahnya.

3. Usaha jasa yang moncer

Meski begitu, Ippho mengungkapkan tidak semua usaha sektor jasa bakal lesu dihantam Corona. Ada beberapa usaha sektor jasa yang justru menggeliat selama pandemi COVID-19. Dia mencontohkan jasa kursus bahasa dan olah raga seperti zumba, aerobik, hingga yoga.

Menurut dia, jasa yang tetap berkembang di tengah pandemi Corona termasuk seorang trainer dalam sebuah seminar-seminar yang digelar secara online.

"Kalau jasa, kalau mau kembangkan jasa itu bisa zoomable istilahnya, ini kan istilah saja tapi bisa disampaikan Zoom, contohnya kursus bahasa Inggris, bahasa Arab, kelas zumba, aerobik, kelas yoga ini malah membludak. Saya dengar kabar itu instruktur dari Amerika sampai kewalahan karena menerima pasar dari seluruh dunia," ungkapnya.



Simak Video "Tiga Tips Mulai Berusaha Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)