Pengusaha: Kalau Jakarta Lockdown, RI Tak Seperti Sekarang

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2020 13:15 WIB
Pandemi virus Corona membuat dunia usaha babak belur.  COVID-19 juga diproyeksi mendatangkan malapetaka pada ekonomi Indonesia, bahkan dunia.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan jika pemerintah memutuskan untuk lockdown DKI Jakarta pada awal penyebaran virus Corona maka kondisi perekonomian nasional tidak akan seperti sekarang.

Sekarang, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 minus 5,32%, bahkan diprediksi masih berada di zona negatif pada kuartal III-2020. Pemerintah melalui Kementerian keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran minus 2% sampai 0% pada kuartal III tahun ini.

"Itu kalau Jakarta di lockdown, Indonesia tidak seperti sekarang, kita harus bisa membuat orang tinggal di rumah dulu selama 14 hari atau 3 minggu," kata Ketua Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono dalam acara Perspektif Indonesia secara virtual, Sabtu (5/9/2020).

Sutrisno menilai lockdown menjadi salah satu cara jitu untuk menyelesaikan penyebaran virus Corona di tanah air. Dia pun menyadari keputusan tersebut akan menurunkan ekonomi nasional secara drastis.

Namun demikian, dirinya tetap mendukung pelaksanaan lockdown untuk meningkatkan perekonomian nasional ke depannya.

"Bagaimana kita mau perbaiki ekonomi, penyebaran virus dihentikan dulu, hentikan dulu penyebaran virus itu yang utama. Jangan tidak kita terbuai dengan ini daerahnya hijau, karena testing kita masih rendah, semakin banyak tes dilakukan menunjukkan semakin tinggi tingkat terinfeksinya," ujarnya.

Para pengusaha, kata Sutrisno saat ini tingkat kepercayaannya sedang tumpul terhadap langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan virus Corona. Salah satu yang membuat kepercayaan pengusaha tumpul adalah sistem komunikasi pemerintah yang tidak solid.

Dia mencontohkan dari awal mula kasus COVID-19 terjadi di Indonesia, banyak pejabat Indonesia yang mengatakan tanah air kebal dengan virus tersebut, bahkan ada yang bilang virus Corona bisa diselesaikan pada Juni.

"Kalau kita mau bicara bagaimana mendapatkan pendapatan pemerintah sangat sulit, karena pengusaha seperti itu, tadinya punya harapan sekarang tumpul, dan tidak bisa diambil pajak terlalu besar di masa seperti sekarang," ungkapnya.

(hek/eds)