Trump 'Serang' Janda Steve Jobs Buang-buang Uang, Kenapa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 07 Sep 2020 09:55 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered: From what I understand, the answer is yes. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melontarkan kritik terhadap Laurene Powell Jobs, seorang miliarder pemegang saham mayoritas di The Atlantic. Wanita terkaya keenam di dunia ini merupakan janda salah satu pendiri Apple (AAPL), Steve Jobs.

Mengutip CNN, Senin (7/9/2020) Trump mengatakan wanita yang memiliki kekayaan sekitar US$ 33,3 miliar berdasarkan Bloomberg dan sekitar US$ 20,2 miliar berdasarkan Forbes, ini sedang 'membuang-buang uang' Steve Jobs yang telah meninggal dunia dengan membeli majalah The Atlantic.

Pada hari Kamis, The Atlantic menerbitkan sebuah cerita yang ditulis oleh pimpinan redaksi Jeffrey Goldberg. Dalam cerita itu terdapat empat sumber anonim yang mengatakan Trump menyebut orang Amerika yang tewas dalam pertempuran sebagai pecundang. The Atlantic juga melaporkan bahwa Trump meminta para veteran yang terluka dijauhkan dari para militer. CNN telah mengkonfirmasi beberapa aspek dari cerita The Atlantic.

Artikel yang diterbitkan The Atlantic pun ditanggapi oleh calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden melalui akun Twitternya.

"Inilah janji saya kepada Anda, jika saya mendapat kehormatan untuk melayani sebagai panglima tertinggi berikutnya, saya akan memastikan bahwa pahlawan Amerika tahu bahwa saya akan memiliki kembali dan menghargai pengorbanannya, selalu," cuitnya.

Trump tidak tinggal diam, dalam cuitannya di minggu pagi waktu sekitar, dirinya menanggapi Charlie Kirk yang merupakan ketua kelompok mahasiswa Pro Trump Trump Students. Kirk menyiratkan motif tersembunyi dari tulisan tersebut, dia mencatat Laurene Powell menyumbang untuk Joe Biden dan memiliki majalah yang menerbitkan cerita-cerita tentang Trump.

Laurene Powell Jobs mewarisi miliaran dolar saham di Apple dan Disney dari mendiang suaminya yang meninggal pada 2011 Dia mendirikan The Emerson Collective yang merupakan organisasi sosial yang fokusnya pada pendidikan, reformasi imigrasi, lingkungan, media dan jurnalisme serta kesehatan. Pada 2017, The Emerson Collective membeli saham mayoritas di The Atlantic.

(hek/fdl)