Mengenang Perjalanan Karir hingga Bisnis Mendiang Jakob Oetama

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 06:45 WIB
Jakob Oetama
Foto: Jakob Oetama (dok. Kompas)
Jakarta -

Berita duka datang dari Jakob Oetama, pengusaha yang mewakili karirnya sebagai guru hingga berhasil mendirikan Kompas Gramedia. Pria kelahiran 27 September 1931 ini meninggal dunia pada pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pria yang akrab disapa JO tersebut meninggal di usia 88 tahun.

Rencananya, almarhum akan dikuburkan hari ini pukul 11.00 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata. Banyak pejabat negara yang mengirimkan ucapan duka melalui karangan bunga, mulai dari Presiden Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin, hingga para pengusaha maupun perusahaan nasional.

Jakob Oetama dikenal sebagai wartawan sekaligus pendiri Surat Kabar Kompas. Semasa hidupnya dirinya pernah menjadi seorang guru hingga akhirnya mendapat banyak penghargaan, salah satunya dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.

Selama mendirikan Kompas Gramedia, Jakob Oetama juga melahirkan unit-unit bisnis lainnya. Mengutip catatan Kompas Gramedia, Rabu (9/9/2020) catatan karyanya di mulai pada tahun 1965, di mana edisi pertama Harian Kompas terbit dan pada saat itu yang memberi nama adalah Ir Soekarno dengan harapan menjadi pemberi arah bagi masyarakat.

Pada tahun 1963, tepatnya pada hari raya kemerdekaan lahir Sang Pemula KG, Majalah 'Intisari'. Selanjutnya, pada 1970 toko buku Gramedia pertama dibangun di Jalan Gajah mada, Jakarta.

Dua tahun berselang atau tepatnya tahun 1972, Radio Sonora resmi mengudara untuk pertama kalinya dan Jakob Oetama berhasil mendirikan percetakan Gramedia yang kini meluas menjadi industri manufaktur.

Pada saat itu selain menjadi seorang jurnalis, Jakob Oetama juga mengajar sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia pada tahun 1973-1983.

Dirinya pun terus mengembangkan bisnis Kompas Gramedia, di mana tahun 1981 resmi berdiri Hotel Santika pertama di Bandung kini bisnis itu berkembang menjadi grup hotel and resort di seluruh Indonesia.

Tidak sampai di situ, pada 1994 Jakob Oetama juga mendirikan Dyandra Promosindo sebagai perusahaan penyelenggara acara dan pameran terkemuka di Indonesia. Seiring waktu berjalan, lahirlah berbagai unit bisnis lain seperti Kompas TV, KGXpress, hingga industri properti, dan lainnya. Bahkan pada tahun 2005, Universitas Multimedia Nusantara didirikan sesuai dengan visi KG untuk mencerahkan Bangsa Indonesia. Semua bisnisnya tetap berjalan hingga kini.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia"
[Gambas:Video 20detik]