Airlangga Singgung Ganjil-Genap usai Anies Perketat PSBB Jakarta

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 12:16 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti tingginya kasus positif virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta, yang menyebabkan PSBB diperketat kembali.

Menurutnya, penyebaran di DKI Jakarta didominasi oleh penularan di transportasi umum, setelah ganjil-genap diberlakukan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"DKI sebetulnya melakukan PSBB penuh, transisi, dan ini mau dilakukan penuh kembali. Karena sebagian besar dari yang terpapar dari data yang ada, 62% (pasien positif Corona) di RS Kemayoran basisnya akibat transportasi umum. Sehingga beberapa hal yang perlu dievaluasi terkait dengan ganjil-genap," ungkap Airlangga dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Anies untuk mempertimbangkan lagi penerapan ganjil-genap yang mulai diterapkan kembali pada 10 Agustus lalu setelah sempat dicabut. "Ini sudah sampaikan ke Gubernur DKI," tutur Airlangga.

Ia juga menyampaikan situasi terkini penyebaran COVID-19 di Indonesia. Ia menyampaikan, total kasus positif per hari ini sudah tembus 203.342 orang, namun yang sembuh mencapai 145.200 orang atau 71,4%.

"Kita lihat Indonesia jumlah terkonfirmasi tembus 203.342, sembuh 145.200 atau 71,4%, hampir setara dengan global. Kemudian yang meninggal 4,1%, global 3,3%. Kalau dari bulan ke bulan terjadi perbaikan di awal 15%, kemudian meningkat 71,4%. Lalu fatality rate dari 8% kini tinggal sekitar 4,1%," urainya.

Ia mengatakan, pemerintah sedang berupaya mempercepat proses vaksinasi dengan berbagai kerja sama yang dijalin dengan produsen kandidat vaksin dari berbagai negara.

"Terkait ketersediaan vaksin, pemerintah sudah memuat beberapa keg untuk memperoleh vaksin. Ini juga hasil diplomasi Menlu di mana sedang disiapkan Sinovac dengan vaksin tahap awal 30 juta, dan tahun depan 290 juta," pungkasnya.

(fdl/fdl)