Nilai Gojek-Grab Tembus Rp 1.000 T Kalau Jadi 'Kawin'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 06:00 WIB
Infografis Pesaing Gojek dan Grab
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah

Dibahas sejak 6 bulan lalu

Masih dikutip dari Financial Times, pembicaraan 'perkawinan' ini rupanya sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Namun, aksi korporasi ini terhalang oleh tentangan dari Softbank salah satu pemegang saham terbesar sebelumnya.

Pendiri Softbank, Masayoshi Son kala itu percaya layanan ride-hailing bisa menjadi monopoli di mana perusahaan yang paling banyak uang akan mendominasi pasar tertentu. Hal itu diungkap orang-orang dekat miliarder Jepang tersebut.

Sementara, Gojek dan investornya Tencent dan Meituan-Dianping dan baru-baru ini Facebook dan PayPal Silicon Valley telah terbukti tangguh terutama di Indonesia.

Meski begitu, Indonesia sebagai pasar terpenting bagi Grab dan Gojek akan menemui tantangan yang sulit. Gojek memiliki bantuan politik di dalam negeri di mana pendirinya Nadiem Makarim adalah menteri yang berarti mungkin memiliki pengaruh ekstra dalam kesepakatan apa pun.

"Gojek adalah tuan rumah dan pemerintah mendukung orang lokal," kata salah satu investor.

Pembicaraan tersebut juga menghadapi penolakan dari beberapa eksekutif senior Grab, yang khawatir tidak memiliki posisi tinggi pada pemegang saham jangka panjang yang berusaha keluar dari kondisi yang merugi dalam grup.

Kesepakatan juga akan diperiksa dengan cermat oleh regulator terkait pengaruhnya pada lapangan pekerjaan mengingat latar belakang keuangan yang memburuk.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Telkom Buka Suara Terkait Kabar Investasi ke Gojek"
[Gambas:Video 20detik]