Nasib Suram Bisnis Pesta Pernikahan di Ibu Kota

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 07:45 WIB
Spouses always seem to struggle to keep their relationship alive
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Diperketatnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak 14 September memupuskan harapan industri penyedia jasa pesta pernikahan untuk bangkit. Sebab, pernikahan hanya boleh dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan kantor catatan sipil.

Padahal menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO) Andie Oyong, masa PSBB transisi yang masih diperbolehkan diadakannya akad atau pemberkatan sempat memberi asa.

"Kemudian (berlanjut) boleh di tempat ibadah, kemudian boleh di luar tempat ibadah dengan kapasitas 30% sampai 50%. Sudah ada gairah tuh," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (20/9/2020).

Lalu sebelum 14 September, industri jasa pesta pernikahan dijanjikan akan mendapatkan izin khusus untuk menggelar pesta pernikahan di gedung atau venue. Izin tersebut memang bukan untuk resepsi besar-besaran tapi izin acara pernikahan dengan kapasitas yang lebih besar dari yang diizinkan sebelumnya.

"Nah ini ada angin segar waktu itu Disparekraf ada surat yang kemudian dibatalkan yang mengatakan bahwa kalau misalkan ada acara pernikahan, bukan resepsi ya, pernikahan yang kapasitasnya lebih luas lagi maka izinnya adalah izin venue. Nah setiap venue itu lah yang harus mengajukan izin kepada Disparekraf bahwa tempat itu sudah layak mengadakan pernikahan," jelas dia.

Sayang, kemudian rencana tersebut batal karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperketat PSBB mulai 14 September lalu.

"Eh ternyata berkata lain yaitu begitu Gubernur mengatakan PSBB jilid 2, tidak PSBB transisi lagi, kemudian poinnya dipertegas dia mengatakan bahwa tidak diperbolehkan acara pernikahan di gedung, yang boleh hanya di KUA atau kantor catatan sipil. Nah akibatnya apa nih sekarang? teman-teman pasti sudah langsung drop ya," tambahnya.

Sejak adanya pandemi, omzet mereka pun nyaris tak ada. Selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Prediksi Horor Jika DKI Tak Kembali PSBB"
[Gambas:Video 20detik]