Trump Setuju TikTok Kerja Sama dengan 2 Perusahaan AS

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 09:00 WIB
WASHINGTON, DC - JULY 21: U.S. President Donald Trump talks to holds up his face mask during a press conference in the Brady Press Briefing Room at the White House July 21, 2020 in Washington, DC. Trump focused on his administrations handling of the global coronavirus pandemic. Poll numbers about his handling of COVID-19 have been falling as cases of deadly virus have spiked across the country.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui perusahaan Oracle dan Walmart bermitra dengan aplikasi berbagi video viral TikTok di AS. Hal itu memungkinkan aplikasi populer tersebut bisa tetap eksis di Negeri Paman Sam.

"Saya telah memberikan restu saya pada kesepakatan. Jika mereka menyelesaikannya itu bagus, jika mereka tidak melakukannya, itu juga tidak masalah," kata Trump dilansir dari CNBC, Senin (21/9/2020).

Departemen Perdagangan AS mengumumkan akan menunda larangan transaksi AS dengan TikTok hingga Minggu depan.

Tak lama setelah komentar Trump, Oracle mengumumkan terpilih sebagai penyedia cloud aman TikTok dan akan menjadi investor minoritas dengan 12,5% saham. TikTok mengonfirmasi peran Oracle dan mengatakan sedang bekerja dengan Walmart dalam kemitraan komersial.

Walmart mengatakan secara tentatif telah menyetujui pembelian 7,5% saham, dan CEO Doug McMillon akan bertindak sebagai salah satu dari lima anggota dewan perusahaan yang baru dibuat.

"Selain itu, kami akan bekerja menuju penawaran umum perdana perusahaan di Amerika Serikat tahun depan untuk membawa lebih banyak kepemilikan (saham) kepada warga Amerika," kata juru bicara Walmart dalam sebuah pernyataan.

Menurut sumber, perusahaan induk TikTok di China, ByteDance akan memiliki 80% saham TikTok. Namun karena 40% dari ByteDance dimiliki oleh perusahaan modal ventura AS, administrasi Trump secara teknis dapat mengklaim TikTok Global sekarang mayoritas dimiliki oleh AS.

TikTok mengatakan akan mempertahankan dan memperluas kantor pusatnya di AS, sambil menghadirkan 25.000 pekerjaan di seluruh negeri. Trump mengatakan kantor baru kemungkinan akan didirikan di Texas.

Trump menjelaskan perusahaan juga akan memberikan kontribusi US$ 5 miliar untuk dana pendidikan.

Oracle dan Walmart mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa bisnis TikTok global akan membayar lebih dari US$ 5 miliar pajak baru kepada Departemen Keuangan AS, dan perusahaan serta investor TikTok akan membuat dan menyediakan video online untuk mengajar anak-anak tentang sejarah, sains, dan mata pelajaran lainnya.

"Kami akan menyiapkan dana yang sangat besar untuk pendidikan pemuda Amerika dan itu akan bagus sekali," tambah Trump.



Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)