Dishub Jabar Minta Bandara Kertajati Jadi Hub Internasional, Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 17:42 WIB
Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Yuk lihat dari dekat berbagai sisi bandara ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu mengumumkan ada 8 bandara di Indonesia yang berpotensi menjadi hub Internasional. Dari banyaknya bandara Internasional, hanya dipilih 8 dan di dalamnya tidak ada Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari meminta hal itu untuk dipertimbangkan ulang. Dia mau Bandara Kertajati bisa menjadi salah satu bandara hub Internasional.

"Meskipun berdekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta saya pikir perlu dipertimbangkan Bandara Kertajati ini menjadi bandara Internasional, tidak hanya yang 8. Jadi pentingnya Bandara Kertajati ini perlu menjadi pertimbangan, tidak hanya 8 bandara," kata Hery dalam webinar bertajuk 'Hub dan Superhub di Penerbangan' yang disiarkan melalui YouTube Bisniscom, Senin (21/9/2020).

Hery menjelaskan pentingnya Bandara Kertajati untuk menjadi hub Internasional adalah jumlah penduduk Jawa Barat yang besar di Indonesia dan bisa menjadi pasar. Terlebih dari segi kapasitas bandara menjadi terbesar yang kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta, meskipun saat ini jumlah penerbangan masih sepi.

"Saya kira ini menjadi satu potensi untuk wilayah-wilayah Jawa Barat lainnya yang belum terlayani oleh Bandara Soekarno-Hatta dan juga wilayah barat daya dari Jawa Tengah yang total populasinya mungkin bisa mencapai 50 juta lebih kurang dan ini adalah pasar," ucapnya.

Kemudian keunggulan lainnya adalah Jawa Barat memiliki konsep segitiga emas rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati), yang mana merupakan kawasan ekonomi terpadu untuk zona industri.

"Ke depannya apabila Cisumdawu sudah jadi sesuai dengan rencana pada akhir 2021 maka Bandara Kertajati akan demikian menghubungkan konektivitas kepada segmen pasar yang sedemikian besar akses ke Jawa Barat bagian utara melalui Cipali dan Cikampek. Sehingga saya yakin ke depan Bandara Kertajati akan jadi satu hub," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan minimal syarat untuk menjadi hub Internasional adalah 60% penerbangannya Internasional.

Menurutnya, dari sejumlah bandara yang dikelolanya hanya 2 bandara yang memenuhi syarat yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.

"Kebetulan bandara kita hanya 2 yaitu Soekarno-Hatta dan Kualanamu. Menurut kami ini sudah sangat ideal jadi kita kalau di AP II kurang lebih hanya di situ," tuturnya.

Sebelumnya diberikan 8 bandara yang berpotensi menjadi hub dan super hub yakni bandara Ngurah Rai di Bali, Soekarno-Hatta di Jakarta, bandara di Yogyakarta, bandara di Balikpapan, Bandar udara Sam Ratulangi Manado Sulawesi Selatan dan bandara Sultan Hasanuddin, Kualanamu di Sumatera Utara, serta bandara Juanda di Surabaya.



Simak Video "2020 Bandara Kertajati Layani Penerbangan Haji"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)