Pengusaha Jamin Pasokan Pangan Aman Jelang Resesi, No Panic Buying

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 19:51 WIB
harga cabai di lamongan naik
Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta -

Indonesia dipastikan bakal bergabung dengan negara lain yang masuk resesi akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Beberapa menteri ekonomi sudah mengakui bahwa pertumbuhan kuartal III-2020 bakal minus, setelah kuartal II-2020 juga minus 5,32%.

Menjelang resesi itu, Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman meyakini bahwa pasokan makanan aman karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat ini tidak seketat pertama sehingga pengiriman untuk bahan baku tidak terganggu.

"Kalau dari pasokan saya yakin tidak ada masalah karena kemarin kan sudah ada pengalaman PSBB ketat itu. Meskipun sebenarnya ada gangguan sedikit-sedikit di bahan baku yang pangan segar karena ada penghentian transportasi dan sebagainya, tapi kita bisa atasi dan sekarang ini kan masuk PSBB lagi tapi tidak seketat pertama," kata Adhi kepada detikcom, Jumat (25/9/2020).

Pasokan makanan yang aman di antaranya seperti garam, gula, minyak, dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

"Yang besarnya semua, garam, gula, yang besar untuk itu semua sudah bisa diatasi. Minyak aman semua, kalau minyak aman karena itu kan produksi dalam negeri," ucapnya.

Meski begitu, Adhi menyebut ada beberapa bahan baku makanan impor yang harus ditambah pasokannya. Seperti bahan baku jagung, hingga gula khusus yang belum ada di Indonesia.

"(Yang bermasalah) kemarin misalnya bahan baku jagung yang tidak tersedia dalam negeri, tapi kemudian terakhir minggu lalu Kementerian Perdagangan sudah menyetujui. Meskipun belum diberikan semuanya, paling tidak sudah bisa diamankan sampai Desember sampai akhir tahun. Kemudian ada beberapa gula khusus yang mungkin belum disetujui juga yang tidak ada di Indonesia, ini yang sedang diproses dan mudah-mudahan semua bisa dilakukan dengan baik, tidak ada masalah, jadi hanya kecil-kecil saja," terangnya.

Atas dasar itu, Adhi mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying. Pasalnya, pasokan bahan makanan secara keseluruhan aman.

"Sampai saat ini industri pangan sudah cukup bahan bakunya dan proses produksi juga berjalan dengan lancar, tidak ada masalah karena sudah dapat izin khusus dari Kementerian Perindustrian. Kita juga melaksanakan protokol dengan ketat sehingga produk-produk yang dikeluarkan dijamin aman untuk dikonsumsi, jadi tidak perlu ada panic buying," tegasnya.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)