Inflasi September Diramal 0,01%, Daya Beli Membaik?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2020 14:50 WIB
Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi selama November 2019 sebesar 0,14%. Kenaikan harga bawang ikut memicu inflasi sepanjang bulan ini.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyebut berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu IV September 2020. Perkembangan harga September diperkirakan inflasi 0,01% secara month to month atau bulanan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan dengan perkembangan ini, perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,95% year to date dan secara tahunan sebesar 1,48%.

Onny menyebut penyumbang utama inflasi berasal dari minyak goreng sebesar 0,02%, bawang putih dan cabai merah masing-masing 0,01%.

"Sementara itu komoditas yang menyumbang deflasi pada periode tersebut berasal dari telur ayam ras sebesar -0,04%, daging ayam ras sebesar -0,02%, bawang merah sebesar -0,02%, jeruk, cabai rawit dan emas masing-masing sebesar -0,01%," ujar Onny dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

Onny menyebut bank sentral akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," jelasnya.

(kil/fdl)