Jabar Tawarkan Proyek TPA Rp 800 M ke Inggris hingga China

Yudha Maulana - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 18:54 WIB
Gedung Sate Bandung
Ilustrasi Pemprov Jabar/Foto: Mukhlis Dinillah

Selain TPPAS Cirebon Raya, IID 2020 juga menawarkan proyek lainnya yakni Aerocity Kertajati oleh PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Subang Industrial Park, Pariwisata Ciater Raya, Kawasan Walini Raya, Kertajati Industrial Estate Majalengka, Greater Cirebon Solid Waste Treatment Plant, dan Jatigede Regional Water Supply System.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih mengaku, optimistis sektor investasi akan mengakselerasi pemulihan ekonomi Jabar.

"PMA ada penurunan sebesar 30 persen, tetapi PMDN meningkat lebih dari 20 persen. Ini memperlihatkan minat investor untuk berinvestasi di Jabar masih tinggi," kata Noneng Komara dalam pernyataannya yang dirilis Humas Jabar.

Noneng Komara melaporkan, pada semester I 2020, ada sekitar 8.000 pemohon izin untuk berinvestasi di Jabar. Jumlah itu bisa lebih besar apabila diakumulasikan dengan pemerintah kabupaten/kota. Permohonan izin yang tinggi, kata Noneng, memperlihatkan besarnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Jabar. Terlebih indeks kepuasan investor berinvestasi di Jabar terus meningkat.

"Kami mendapatkan predikat A atau prima dari kementerian untuk pelayanan investasi. Mudah-mudahan ini dapat membangun kepercayaan investor kepada Jabar," ucapnya.

"Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar terus bekerja keras untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif," imbuh Noneng.


(hns/hns)