Dirut BPJAMSOSTEK Sebut K3 Bisa Dorong Pertumbuhan, Maksudnya?

Inkana Putri - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 16:03 WIB
BPJAMSOSTEK
Foto: Istimewa
Jakarta -

Sejak mewabahnya di Indonesia, jumlah kasus COVID-19 cenderung mengalami peningkatan. Pandemi yang berkepanjangan ini tak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat pekerja, namun juga berpengaruh pada kondisi perekonomian negara.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan terdapat dua aspek penting yang saat ini menjadi prioritas pemerintah, yakni kesehatan dan ekonomi. Dari aspek kesehatan, Agus mengatakan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia perlu bahu membahu membantu mencegah transmisi penularan COVID-19.

"Di aspek ekonomi, bagaimana Pemerintah berupaya secara maksimal bahu-membahu, seluruh masyarakat Indonesia ikut peran serta terus melakukan aktivitas ekonomi, mendorong seluruh kegiatan ekonomi berjalan lebih baik," ujarnya dalam acara webinar nasional Program Promotif Preventif 2020, Selasa (13/10/2020).

Guna mendukung hal ini, BPJAMSOSTEK juga tergerak untuk mengedukasi para pekerja melalui webinar 'K3, Solusi Pelindungan Pekerja Saat Pandemi COVID-19'. Melalui webinar ini, Agus berharap para pekerja dapat menerapkan K3 di tempat kerja dengan tepat.

"BPJS Ketenagakerjaan juga terus membantu, mendukung, dan mendorong para pengusaha untuk terus mengimplementasikan kegiatan promotif preventif di antaranya melakukan implementasi K3 dengan tepat dan benar. Dan tujuan webinar ini tidak lain untuk memberikan sosialisasi pengetahuan dan informasi tentang penerapan K3 secara benar di perusahaan," katanya.

Lebih lanjut Agus menambahkan International Social Security Association (ISSA) juga memberikan perhatian yang sangat serius atas penerapan K3, khususnya selama pandemi COVID-19. Di tahun 2017, ISSA telah memperkenalkan K3 secara internasional yang dikenal dengan Global Vision Zero, yang mana komitmen ini juga ditandatangani oleh BPJAMSOSTEK.

"Di tahun 2017, ISSA telah memperkenalkan penerapan K3 secara internasional 'Global Vision Zero' dan BPJAMSOSTEK juga ikut dalam penandatangan komitmen terkait penerapan hal tersebut. Dalam hal ini, ISSA menerapkan Safety, Health, dan Well Being at Works (kesejahteraan di semua tingkat pekerjaan)," katanya.

Menurut Agus, implementasi K3 dalam dunia kerja merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Pasalnya, selain dapat meningkatkan keselamatan pekerja selama pandemi COVID-19, penerapan budaya K3 juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan hasil survei ISSA, terdapat korelasi antara penerapan K3 terhadap pertumbuhan ekonomi terhadap dunia usaha, yang mana investasi pada K3 memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Ternyata ada korelasi positif, yaitu investasi sebesar US$ 1 di K3 ini memberikan impact sebesar dua kali lipat pertumbuhan ekonomi, atau memberikan efek ekonomi yang positif. Artinya kondisi kerja yang sehat memberi kontribusi pada bisnis yang sehat," katanya.

Oleh karena itu, Agus mengajak masyarakat untuk mendukung dua aspek tersebut, Hal ini mengingat pemerintah juga telah serius melalui berbagai upaya pembentukan Satgas COVID-19 dan bantuan sosial.

"Berbagai upaya telah dilakukan, berbagai bantuan telah diberikan. Saya kira pemerintah all out dalam melakukan hal ini agar dua aspek ini bisa berjalan, masyarakat terlindungi, kesehatan terlindungi, penyebaran COVID-19 bisa dihambat, satu sisi ekonomi bisa berjalan," katanya.

Selain itu, Agus juga mengimbau seluruh elemen untuk tetap melakukan kegiatan ekonomi mulai dari hal yang terkecil, yakni dengan membeli produk UMKM. Ia yakin jika seluruh masyarakat Indonesia membeli produk UMKM, ekonomi Indonesia bisa bergerak.

Di samping itu, Agus juga berpesan agar para pelaku usaha dan pekerja selalu menerapkan protokol kesehatan dan K3 di tempat kerja. Ia menjelaskan dengan terciptanya lingkungan kerja yang sehat maka akan tumbuh pula ekonomi yang sehat.

"Mari kita ciptakan lingkungan kerja yang sehat, tenaga kerja yang sehat, agar terdapat bisnis yang sehat, ekonomi yang sehat, dan ekonomi bisa segera tumbuh," pungkasnya.

(akn/hns)