Apa Kabar Proyek Kebun Singkong Prabowo di Kalteng?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 13:42 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto berbincang di proyek lumbung pangan di Kalteng
Foto: Laily Rachev-Biro Pers Setpres

Dia mengungkapkan singkong bisa diolah jadi tepung, dari situ banyak olahan turunan lainnya yang bisa menjadi cadangan pangan seperti mi sampai roti.

"Nah kenapa singkong? Karena kita bisa modifikasi jadi turunan tepung. Turunannya itu bisa dibikin mie, roti, dan sebagainya," ungkap Trenggono.

Di sisi lain, dengan mengolah singkong menjadi tepung, dapat menekan impor tepung. Menurut Trenggono impor tepung bisa mencapai Rp 45 triliun tiap tahunnya.

"Apalagi gini, impor tepung kita itu US$ 3 miliar setahun, Rp 45 triliunan. Nah itu yang nikmati siapa? Produsen gandum. Kan asing semua itu gandum, karena nggak tumbuh di Indonesia. Nah gantinya ini tepung umbi-umbian, supaya kita juga bisa tekan impor," urai Trenggono.

Menhan Prabowo Subianto mengatakan rencananya di tahun 2021 ada 30 ribu hektare food estate singkong yang dibangun. Luasnya direncanakan meningkat hingga 1,4 juta hektare di tahun 2025.

"Saya hanya jelaskan sedikit tentang rencana ke depan singkong, ya kita mulai di Kalimantan Tengah. Kita akan mulai 2021 30 ribu hektare dan selanjutnya sampai 2025 meningkat terus sasaran kita akhirnya adalah sampai 1,4 juta hektare di akhir 2025," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/9/2020).

Halaman

(ara/ara)