Bicara Anggaran Belanja, Ridwan Kamil: Jangan Banyak Ditahan!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 16:42 WIB
Curhat soal Corona, Ridwan Kamil ngaku pernah dibawa mimpi
Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebut akan terus menggelontorkan anggaran belanja. Hal itu dilakukan agar ekonomi dapat bergerak dan bisa pulih dari krisis pandemi virus Corona (COVID-19).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga meminta anggaran tersebut segera dibelanjakan, bukan malah ditahan.

"Jangan banyak ditahan, jangan banyak ditabung," kata Emil dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, ada beberapa cara dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis pandemi COVID-19. Di antaranya menggenjot belanja pemerintah untuk meningkatkan peredaran uang dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Dirinya pun mengaku sudah melakukan program besar untuk menggerakkan ekonomi di masyarakat yakni dengan memberikan subsidi dan bantuan sosial (bansos) tunai.

"Untuk menengah ke bawah ada subsidi dan bansos tunai. Sehingga terjadi pergerakan dana bansos dan menggerakkan ekonomi lokal. Menengah atas tidak belanja karena menabung, kita kampanyekan agar mereka spending," tandasnya.

Cara lain untuk menyelamatkan ekonomi menurutnya dengan meningkatkan investasi dan meningkatkan ekspor. Dia bersyukur di masa pandemi seperti ini Jabar masih menorehkan prestasi dengan pencapaian investasi sebesar Rp 60 triliun pada semester I-2020. Sedangkan ekspor mencapai Rp 150 triliun.

"Kita mengimbau masyarakat agar mari disiplin sampai vaksin datang dalam bulan-bulan mendatang. Mudah-mudahan sambil disiplin menunggu vaksin, ekonomi sudah mulai bergerak," kata Ridwan Kamil.

Emil memastikan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dititipkan pemerintah pusat melalui Bank Jabar Banten (Bjb) telah terserap seluruhnya. Total dana yang dititipkan tersebut senilai Rp 5 triliun.

"Alhamdulillah Rp 5 triliun sekarang sudah melebihi target. Tadinya dititipkan Rp 5 triliun untuk disalurkan sampai Desember, ternyata sudah disalurkan di minggu kemarin, sudah habis Rp 5 triliun sehingga ini menggerakkan sektor-sektor ekonomi," tuturnya.

(hns/hns)