Gap Akan Tutup Semua Toko di Inggris, Negara Lain Menyusul

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 20:30 WIB
GAP Tutup
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta -

Pandemi Corona yang terjadi di dunia turut menekan bisnis ritel. Toko ritel asal Amerika Serikat (AS) Gap yang berencana untuk menutup semua tokonya di Inggris.

Mengutip BBC, Gap juga berencana untuk menutup toko di Prancis, Irlandia dan Italia pada musim panas mendatang.

Kinerja keuangan Gap memang tidak baik dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode Mei Gap sudah membukukan kerugian hingga 740 juta Euro akibat pandemi Corona.

Gap juga sedang mempertimbangkan mengalihkan bisnisnya ke model waralaba.

Head of Gap brand global Mark Breitbard mengungkapkan saat ini pengalihan bisnis ke pihak ketiga adalah salah satu pertimbangan. "Untuk perluasan model kemitraan ini sedang diusulkan," kata dia dikutip dari BBC, Jumat (23/10/2020).

Dia mengungkapkan pengecer pakaian ini memang sangat terdampak pandemi karena penutupan sementara seluruh toko. Gap jug aharus bersaing ketat dengan pedagang online seperti Asos dan Boohoo.

Dari riset BBC disebutkan memang banyak toko ritel yang berjuang untuk bertahan di tengah pandemi ini. Seperti Edinburgh Woolen mill yang memiliki merek dagang Jaegar & Austin Reed juga telah menunjuk administrator dan berpotensi menghilangkan 21.000 pekerjaan.

Kemudian Debenhams yang juga memangkas ribuan pegawai pada Agustus lalu. Kemudian DW Sports juga saat ini sedang ketar-ketir akan memutuskan 1.700 pekerjaan.

Selain itu toko ritel pakaian yang berbasis di Skotlandia M&Co juga saat ini sudah masuk ke pengadilan dan akan memangkas 400 pekerja pada Agustus lalu.



Simak Video "Cegah Transmisi Corona, Inggris Ciptakan Aplikasi Jaga Jarak"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)