Menanti Pemilu AS, Pasar Emas Masih Galau

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 15:00 WIB
Gold ingots in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, on Nov 22, 2018. A search of the woman led to the discovery of eight pieces of gold weighing a total of nearly 1.9kg.PHOTO: REUTERS
Foto: REUTERS
Jakarta -

Harga emas dunia diperkirakan masih bisa menguat dalam sepekan ke depan. Namun para investor sepertinya masih cenderung menahan diri sambil menantikan hasil pemilu di Amerika Serikat (AS).

Melansir Kitco, Minggu (25/10/2020), pasar emas dunia saat ini sepertinya masih dalam konsolidasi di kisaran level US$ 1.900 per ounce. Tren positif masih ada, namun sepertinya minat di pasar masih tertahan.

Presiden dan CEO Adrian Asset Management, Adrian Day menggambarkan, pergerakan harga emas seperti akan meningkat dua langkah namun setelahnya akan mundur 1 langsung. Volatilitas ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga setelah Pemilihan Umum AS pada 3 November.

"Beberapa investor memindahkan segalanya untuk mendapatkan uang menjelang pemilihan, sementara yang lain semakin frustasi dengan hilangnya momentum emas. Di sisi lain, investor memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan aksi beli guna memanfaatkan kemungkinan tren jangka panjang," tuturnya.

Menurut hasil survei Kitco minggu ini ada 17 analis yang ikut berpartisipasi. Sebanyak 7 analis atau 41% meyakini harga emas akan naik dan cenderung sideways minggu depan. Sementara tiga analis, atau 18% memprediksi harga emas akan turun.

Pasar emas bersiap untuk mengakhiri minggu ini di wilayah netral, dengan emas berjangka Desember terakhir diperdagangkan pada level US$ 1,904.70 per ounce. Angka itu turun tipis dari penutupan pekan sebelumnya US$ 1,906.40 per ounce.

Kendati begitu, beberapa analis yang memprediksi bullish menilai penguatan tidak akan signifikan sampai adanya kejelasan dari pemilu AS dan kebijakannya terkait mendorong pertumbuhan ekonomi di AS.

Christopher Vecchio, ahli strategi mata uang senior I.G. Group, mengatakan bahwa pada titik ini, kecil kemungkinan paket stimulus baru akan diumumkan sebelum 3 November. Dan ini akan membuat pasar terikat dalam kisaran yang sama dalam waktu dekat.



Simak Video "Gunakan Hak Suara, Kanye West Pilih Dirinya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)