TransJakarta Dihajar Corona: Penumpang Anjlok-Pengeluaran Bengkak

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 10:45 WIB
Pelayanan bus TransJakarta reguler di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020), kembali normal. Setelah sebelumnya sempat terjadi penumpukan penumpang karena pengurangan jam layanan akibat Pandemi Corona.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dampak pandemi virus Corona (COVID-19) sangat terasa para perusahaan pengelola transportasi publik, salah satunya PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Pada Maret-Mei lalu, jumlah penumpang TransJakarta anjlok, bahkan hanya menyisakan 15%.

Belum lagi pengeluaran perusahaan yang kian membengkak. Bahkan,Direktur Utama TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, pengeluaran perusahaan naik jadi 80% selama pandemi.

"Biaya kita naik hampir 80%," ungkapnya dalam wawancara khusus dengan detikcom, Selasa (27/10/2020).

Adapun bengkaknya pengeluaran itu disebabkan oleh kebijakan physical distancing yang memberikan beban operasional bus.

"Ya kan 90 penumpang yang tadinya bisa dibawa 1 bus, sekarang mesti 3 bus. Jadi mau nggak mau tadinya ada hubungan langsung antara jumlah pendapatan dan jumlah biaya, sekarang jadi nggak ada. Jadi tidak langsung hubungannya. Karena penumpang yang biasa diangkut satu bus, menjadi tiga bus. Jadi biaya membengkak walaupun penumpang turun. Kan biasanya penumpang turun, biaya turun. Ini tidak, jadi penumpang turun, biaya naik," terang Sardjono.

Selain itu, setiap malam perusahaan selalu mensterilkan seluruh armada bus yang beroperasi dengan disinfektan. Otomatis, perusahaan harus mengeluarkan biaya banyak demi memenuhi kebutuhan akan disinfektan yang sangat besar.

"Sekarang angkutan di atas pukul 23.00 WIB kita provide untuk angkutan medis, khusus, buat dokter-dokter yang pulang malam, dan sebagainya. Ketika besok beroperasi lagi, setiap malam kita disinfektan. Aman dan bersih sejauh yang sudah kita instruksikan dan kita lakukan," tutur dia.

Namun, menurutnya memasuki bulan Juni hingga saat ini, jumlah penumpang TransJakarta mulai meningkat lagi. Sehingga, dari sisi pemasukan perusahaan sedikit demi sedikit pulih.

"Sejak PSBB Transisi pertama itu pertumbuhannya kurang lebih 10-15% per minggu, date to date, Senin dibandingkan Senin, lalu Selasa dibandingkan Selasa naiknya 10-15%. Sekarang sudah 380.000-an lagi, hampir 400.000 penumpang per hari," tutup Sardjono.

(fdl/fdl)