Mau Investasi di Umur 20-an? Coba Terapkan Prinsip Ini

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 15:11 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Investasi merupakan hal penting yang harus dipersiapkan setiap orang, termasuk generasi muda. Jenis investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai.

Financial Advisor Prita Ghozie mengatakan investasi bisa dimulai dengan nominal kecil terlebih dahulu. Investasi reksa dana, saham, dan emas, dapat menjadi pilihan untuk memulai investasi. Jika punya kemampuan keuangan lebih besar, milenial bisa memilih investasi Surat Berharga negara (SBN) Retail hingga properti.

Menurutnya, investasi tak ubahnya seperti kegiatan menanam pohon. Suatu saat investasi tersebut akan beranak pinak dan menjadi besar. Hal itu tentu akan memberikan keuntungan buat pemilik investasi.

"Semakin cepat kita investasi harapannya akan memberikan imbal hasil keuntungan lebih besar. Kalau keuntungan dari investasi masuk lagi, bayangkan tadinya tanamnannya kecil beranak pinak lama-lama semakin banyak. Mereka yang punya waktu lebih banyak akan ending dengan tanaman yang jauh lebih banyak," ulas Prita dalam Konferensi Generasi #GaPakeNanti yang diselenggarakan BNI bekerja sama dengan detikcom, Rabu (28/10/2020).

Prita memberikan tips pengelolaan keuangan agar dapat berinvestasi dengan baik. Gunakan prinsip 50,30,20, yakni 50% living cost, 30% saving, dan 20% playing.

"Biaya hidup kebutuhan ini itu cicilan masuk ke (living cost), kalua membengkak sampai 60% nggak apa-apa. Saving harus menyisihkan dana darurat, premi asuransi, menabung dan investasi sebisa mungkin 30 persen. Kalau belum ada tanggungan coba dipasksa 30%, tapi kalau sudah punya tanggungan ya nggak bisa dipungikiri susah mencapai 30%," ulas Prita.

Fabian Deano, salah satu nasabah BNI menjadi salah satu contoh anak muda yang melek investasi. Di usia yang baru 23 tahun ia sudah memiliki beberapa jenis investasi, seperti reksa dana, peer to peer lending, dan ia kini sudah memiliki rumah dengan KPR BNI Griya.

Ia berpendapat memiliki rumah merupakan salah satu investasi jangka panjang yang menguntungkan. Oleh sebab itu ia memanfaatkan KPR Griya #BNIGaPakeNanti.

"Sebenarnya kalau dari saya sendiri mikirnya kalau pendapatan cuma untuk konsumsi gak ada habisnya, apalagi liat lifestyle kita selalu ikutin tren, tapi kalau kita mikir alokasi investasi masa depan its realty good choice and it's really good step untuk anak mudah jadi kita tahun di masa depan kita punya apa saja," ulas Fabian.

(akn/hns)