AS Perpanjang Insentif Dagang, Apa Untungnya Buat RI?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 02 Nov 2020 06:15 WIB
Menlu Retno Marsudi
Foto: Menlu Retno Marsudi (Dok Kemlu)
Jakarta -

Setelah melalui jalan panjang, akhirnya Amerika Serikat (AS) memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia. GSP adalah fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk kepada negara-negara berkembang.

Insentif dagang tersebut diberikan melalui Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR).

"Pada tanggal 30 Oktober 2020, Pemerintah AS melalui United States Trade Representative (USTR) secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences kepada Indonesia," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melalui keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

Terdapat 3572 pos tarif yang telah diklasifikasikan oleh US Customs and Border Protection (CBP) pada level Harmonized System (HS) 8-digit yang mendapatkan pembebasan tarif melalui skema GSP.

"3572 pos tarif tersebut mencakup produk-produk manufaktur dan semimanufaktur, pertanian, perikanan dan juga industri primer. Daftar produk yang mendapatkan pembebasan tarif bisa dilihatpada Harmonized Tariff Schedule of the United States (HTS-US)," paparnya.

Lalu apa untungnya buat Indonesia? Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2