Jack Ma Yakin Mata Uang Digital Adalah Masa Depan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 17:00 WIB
Jack Ma
Foto: Reuters
Jakarta -

Pendiri Alibaba Group sekaligus orang terkaya China, Jack Ma mengkritik sistem keuangan global yang dianggap menghambat inovasi, contohnya inovasi mata uang digital. Jack Ma mendesak China untuk mencari sistem yang mengakomodasi pembangunan teknologi tersebut.

Jack Ma mengungkap sekarang dunia hanya berfokus pada pengendalian risiko, bukan pada pembangunan inovasi. Bahkan jarang yang memberikan kesempatan kepada kaum muda dan negara berkembang untuk meningkatkan inovasi dan pertumbuhan teknologi.

"Setelah krisis keuangan Asia, pengendalian risiko keuangan diatur pada Basel Accords atau aturan perbankan dan telah menjadi prioritas bagi regulator," kata Jack Ma dalam acara Bund Summit di Shanghai, dikutip Bloomberg, Senin (2/11/2020).

Namun, Jack Ma menganggap aturan Basel Accords sebagai aturan tua yang hanya digunakan untuk memecahkan masalah sistem keuangan. Ia pun tidak ingin negaranya terjebak dalam aturan seperti itu.

Bagi Jack Ma, China masih 'muda' dan membutuhkan lebih banyak inovasi untuk membangun ekosistem untuk perkembangan pembangunan teknologi yang sehat dari industri lokal. Salah satunya mengembangkan sendiri mata uang digital.

Menurutnya, mata uang digital mungkin memainkan peran penting dalam membangun sistem keuangan yang akan dibutuhkan dalam 30 tahun ke depan.

"Mata uang digital dapat menciptakan nilai dan kita harus memikirkan tentang bagaimana membangun sistem keuangan jenis baru melalui mata uang digital," katanya.

(fdl/fdl)