Miliarder Mesir Tuding Erdogan Berambisi Jadi 'Kaisar Baru Ottoman'

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 14 Nov 2020 10:05 WIB
Presiden Reccep Tayib Erdogan (AFP Photo)
Foto: Presiden Turki Reccep Tayib Erdogan (AFP Photo)
Jakarta -

Miliarder Mesir Naguib Sawiris melontarkan kritik pedas kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menuding Erdogan sengaja membuat kekacauan yang sangat besar di Timur Tengah.

"Kami melihat ambisi baru Tuan Erdogan untuk menjadi kaisar (raja) Ottoman yang baru di wilayah (timur tengah) tersebut," ujar Sawiris dikutip dari CNBC International, Sabtu (13/11/2020)

"Dia bekerja penuh di Suriah, di Libya, di Irak, dan sekarang di Armenia dan Nagorno-Karabakh," sambungnya.

Sawiris mengatakan bahwa Erdogan "Menyebabkan kekacauan yang sangat besar di wilayah tersebut, selain apa yang dia lakukan dengan eksplorasi di Mediterania dan mencoba mencuri minyak dan gas Yunani," timpalnya.

Turki dan Yunani memang tengah berselisih terkait klaim atas cadangan energi di perairan Mediterania Timur. Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pada bulan Agustus lalu bahwa mereka tidak akan mundur dari mempertahankan haknya di wilayah tersebut.

Kemudian merespons tudingan Sawiris tersebut. Menyebut tudingan tersebut tidak berdasar sama sekali.

"Kebijakan luar negeri Turki diarahkan untuk menjaga dan membangun perdamaian dan stabilitas serta melindungi kepentingan nasional kami sejalan dengan hukum internasional. Presiden Erdogan memimpin Bangsa kami dengan semestinya dan sebaliknya tudingan tersebut tentu tidak berdasar," kata Duta Besar Turki untuk Singapura Murat Lütem.

Sawiris, ketua dan CEO Orascom Investment Holding, menambahkan bahwa terpilihnya Joe Biden membuat (keterlibatan) Amerika Serikat secara praktis menghilang dari kawasan itu, sementara Rusia, Turki, dan Iran menjadi lebih terlibat dalam konflik di kawasan itu.

"Itu tidak baik untuk kepentingan Timur Tengah," katanya.

Di bawah Presiden Donald Trump sebelumnya, AS sebenarnya juga sudah mengurangi jumlah pasukan militernya di wilayah tersebut tetapi tetap menjadi perantara kesepakatan penting seperti normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab. Sawiris mengatakan dia melihat pemerintahan Trump, masih sangat bias dalam mendukung Israel.

Komentar tersebut muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang apa artinua Presiden terpilih Joe Biden bagi Turki.

"Saya sebenarnya lebih optimis karena Anda bisa mengatakan apa pun tentang Biden... tapi satu hal yang pasti, dia memiliki lebih banyak pengalaman daripada Donald Trump dalam urusan dunia," imbuhnya, menambahkan bahwa Biden "Sangat menyadari semua seluk beluk dari Timur Tengah," ucapnya.

(hns/hns)