Dibahas Sejak 2015, Ini Sejarah RUU Larangan Minuman Beralkohol

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 15 Nov 2020 11:44 WIB
Young depressed man
Foto: Getty Images/eclipse_images

Akhirnya pemerintah sepakat untuk mengubah RUU itu menjadi RUU Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Usulan perubahan nama itu dikembalikan ke DPR.

Kemudian, masih menurut Stefanus, DPR mulai membuat Daftar Inventaris Masalah (DIM) dalam RUU tersebut. Salah satu masukan yang dicatat adalah kata larangan dalam nama dari RUU itu dihapuskan.

Namun saat pembahasan terus bergulir, perbedaan pendapat justru semakin mengeras. Menurut Stefanus ada 3 fraksi yang menolak usulan perubahan nama itu dan bersikeras untuk menggunakan kata larangan.

"DPR tetap yang ngotot ya 3 partai itu, PPP, PKS sama PAN, yang lain enggak. Saya ikutin terus di DPR. Saya ikuti rapatnya duduk di balkon. Terus kita sempat diundang dari pelaku usaha untuk dengar pendapat," tegasnya.

Namun karena tidak menemukan titik temu, akhirnya pembahasan RUU itu senyap selama bertahun-tahun. Kemudian secara tiba-tiba muncul kembali di 2020.

Akan tetapi yang membuat Stefanus heran, munculnya pembasahan RUU Larangan Minuman Beralkohol saat ini draftnya masih menggunakan bahan yang lama. Sebelum proses rapat dengar pendapat dengan pelaku usaha dan pembentukan DIM.

"Kok usulannya yang muncul yang lama yang sebelum DIM. Kalau mau dilanjutkan kan seharusnya yang sudah proses sampai setelah DIM. Saya takutnya menyebutkan bahwa asosiasi sudah dipanggil, tapi usulan yang muncul sebelum DIM. Takutnya tiba-tiba muncul UU baru," ucapnya.


(das/zlf)