Kala Erick Thohir Akui Tegur Keras Telkom

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 05:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan sambutan sebelum menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Kerja sama ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dalam mewujudkan visi BUMN Go Global yang diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi BUMN di luar negeri dan mendorong performa ekspor Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan terkait teguran keras pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Erick memang sempat menyoroti BUMN ini pada awal tahun ini.

Erick bilang, alasannya memberikan pernyataan keras pada Telkom tak lain ingin memacu perusahaan tersebut.

"Saya teringat awal tahun saya buat statement keras Telkom, tidak lain statement justru saya ingin mengajak, memacu, membangun Telkom kembali," kata Erick dalam perayaan IPO ke-25 Telkom Kamis (19/11/2020).

Erick mengatakan, COVID-19 telah banyak membuat model bisnis mengalami perubahan. Ia melihat, Telkom merupakan perusahaan besar dengan segala infrastrukturnya mampu mendorong perubahan.

Erick bercerita, dirinya menegur Telkom karena kapitalisasi pasar perusahaan turun. Namun, setelah diperbaiki kapitalisasi pasar mengalami kenaikan.

Erick menekankan, pasar dan investor tidak bodoh. Menurutnya, pasar percaya perusahaan yang memiliki strategi jangka panjang dan beradaptasi pada perubahan.

"Terbukti hari ini dengan diskusi bersama karena saya tidak suka arahan, tapi diskusi bersama dan kemauan bersama jajaran pimpinan Telkom baru bergerak sedikit saja kapitalisasi pasar sudah Rp 317 triliun. Habis statement saya turun, tapi karena dibetulin naik lagi kok, tenang saja," ujarnya.

"Karena market tidak bodoh, investor itu tidak bodoh, investor itu percaya kepada perusahaan yang punya strategi jangka panjang, dan adaptasi atas perubahan itu terutama industri yang ada di Telkom," ungkapnya.

Erick mengatakan, dirinya tak berpuas diri. Erick ingin agar kapitalisasi pasar Telkom kembali ke Rp 450 triliun. Menurutnya, transformasi yang terjadi saat ini masih biasa saja.

"Harus bisa sama lagi kenapa? Transformasi yang diadakan Kementerian BUMN ini belum transformasi besar, kalau saya masih lihat sedang-sedang saja. Market sendiri bullish top 20 indeks BUMN dibandingkan LQ45 di mana LQ45 kalau tidak 10,77% 6 bulan terakhir impact-nya, indeks 20 perusahaan BUMN 19,37% artinya transformasi jajaran BUMN termasuk perusahaan BUMN sudah terlihat impact-nya di market," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2