Round-Up Berita Terpopuler

Mobil Pribadi Tak Bisa 'Minum' Pertalite, Hitungan Pajak Reklame

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 22 Nov 2020 21:30 WIB
Penertiban baliho bergambar Habib Rizieq Syihab dilakukan di Jakarta. Meski begitu, masih terlihat sejumlah baliho bergambar Habib Rizieq di kawasan Ibu Kota.
Baliho Rizik Shihab (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Berita terpopuler detikFinance, Minggu (22/11/2020) masih didominasi seputar informasi mengenai Pertalite seharga Premium.

Salah satunya adalah mengenai golongan kendaraan yang bisa mengisi Pertalite seharga Premium. Mobil pribadi menjadi golongan kendaraan yang dilarang.

Ada juga soal daftar kota yang sudah menjual Pertalite seharga Premium. Totalnya ada 64 kota, kemudian ada 24 kota lagi akan menyusul.

Berita terpopuler lainnya adalah mengenai jumlah pajak reklame yang kembali diperbincangkan karena baliho Habib Rizieq. Pengin tahu informasi selengkapnya? Berikut deretan lengkap berita terpopuler hari ini.

1. Mobil Pribadi Dilarang, Ini Kendaraan yang Boleh 'Minum' Pertalite Rp 6.450

Diskon BBM Pertalite seharga Premium Rp 6.450/liter hanya bisa dirasakan golongan tertentu. Di antaranya adalah kendaraan angkutan umum plat kuning, serta kendaraan roda dua dan tiga.

Menurut Shinta salah satu petugas di SPBU yang ada di bilangan Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Menurutnya selama ini pihaknya akan menolak kendaraan-kendaraan di luar golongan tersebut apabila ingin mengisi bensin Pertalite seharga Premium.

"Yang boleh cuma plat kuning aja sama motor. Selain itu nggak bisa. Mobil pribadi juga nggak bisa, kita bakal tolak," jelas Shinta kala ditemui detikcom, Minggu (22/11/2020).

Shinta menjelaskan apabila ada mobil pribadi atau kendaraan lain di luar golongan yang diizinkan, pihaknya akan mengarahkan kendaraan tersebut untuk mengisi Pertamax ataupun Pertalite harga normal.

"Kalau ada mobil pribadi gitu kita arahin ke Pertamax atau Pertalite yang harga biasa," kata Shinta.

Sementara itu, Pjs VP Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari juga menegaskan program Pertalite seharga Premium ini hanya bisa dimanfaatkan oleh kendaraan plat kuning, serta kendaraan roda 2 dan 3.

Tujuannya, menurut Heppy adalah untuk memberikan pengalaman menggunakan BBM dengan kualitas uang lebih tinggi. Dengan begitu, bisa membuat masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.

"Program Langit Biru ditujukan untuk segmen pengguna RON 88 yaitu angkutan umum berplat kuning, taksi juga plat kuning. Kemudian ada juga kendaraan roda 2 dan roda 3," jelas Heppy.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Pencopotan Baliho Habib Rizieq oleh TNI di Petamburan Ricuh"
[Gambas:Video 20detik]