Edhy Prabowo Ditangkap, Rahayu Saraswati 'Nostalgia' soal Lobster

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 13:44 WIB
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Foto: dok. ist
Jakarta -

Di tengah berita penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Keponakan Prabowo Subianto, yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengunggah konten soal budidaya lobster di akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati.

Dalam unggahannya tersebut, Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini memberikan informasi mengenai konten buka-bukaan soal budidaya lobster yang menjawab tuduhan korupsi ekspor benur lobster. Konten itu ditayangkan di channel YouTube Let's Talk With Sara.

Tayangan itu sendiri merupakan video lama yang telah diunggah sejak empat bulan lalu atau Juli 2020. Video tersebut saat itu diunggah demi membantah tuduhan kongkalikong dalam izin budi daya dan ekspor benih lobster yang diperoleh perusahaan Hashim Djojohadikusumo, politikus Gerindra sekaligus saudara kandung Prabowo Subianto.

"Daripada ikut2an menuduh tanpa bukti, temakan hoax, apalagi ikut2an demo yg mengatas namakan kebenaran, silahkan ditonton dulu 2 episode ini yang sudah lamaaaa dipost di @letstalkwithsara," tulis akun Instagram @tahayusaraswati yang dikutip detikcom, Jumat (27/11/2020).

"Mari kita belajar dan belajar terus untuk naik level menjadi individu2 yang berpikir kritis. Memang saran saya kepada semua yang masuk ke politik, harus punya mental baja! Silahkan simak 2 episode ini di YouTube Channel #Letstalkwithsara," tulisnya lagi.

Postingan Instagram @rahayusaraswati ini mendapat 736 like setelah diunggah sejak dua jam yang lalu.

[Gambas:Instagram]



Adapun isi video buka-bukaan soal budidaya lobster yang dimaksud adalah, Hashim Djojohadikusumo yang membicarakan seputar bisnis budidaya lobster sekaligus meluruskan informasi-informasi mengenai tuduhan atau fitnah mengenai ekspor benih lobster.

Video mengenai buka-bukaan budidaya lobster ini disiarkan secara langsung pada bulan Juli 2020. Pada saat itu, ramai diberitakan karena perusahaan milik Hashim mendapat izin ekspor benih lobster di era kepemimpinan Edhy Prabowo.

(hek/eds)