Gunung Semeru Meletus, Penerbangan Pesawat Terdampak?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 02 Des 2020 07:15 WIB
The last Lufthansa flight of the Airbus A350 aircraft from Tegel Airport is taxiing to the take-off field as it is bid farewell by the airport fire brigade with a fountain of water in Berlin, Germany, Saturday, Nov. 7, 2020. The final flight is scheduled for Sunday. (Fabian Sommer/dpa via AP)
Foto: AP Photo/Christoph Soeder
Jakarta -

Gunung Semeru meletus pada dini hari kemarin, Selasa (1/12). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menyemburkan awan panas sejauh 1,5 kilometer (Km). Peristiwa ini direspons langsung oleh otoritas yang mengatur penerbangan pesawat di sekitar area Semeru.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto telah menerbitkan notice to airmen (notam) atau perintah terhadap maskapai yang melalui area Gunung Semeru untuk mengubah rutenya. Notam itu sudah diinformasikan kepada maskapai, terutama yang memiliki rute dari dan ke area Semeru untuk mengubah rutenya.

"Ada pengalihan rute dalam arti kan pesawat lewat mana, dia harus menghindari area itu, sudah ada notam-nya," kata Novie ketika dihubungi detikcom, Selasa (1/12/2020).

Pengalihan rute ini utamanya difokuskan pada dua bandara yang dekat dengan Gunung Semeru, yakni Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, dan Bandara Notohadinegoro di Jember. Meski begitu, kedua bandara itu masih beroperasi, atau tidak ditutup.

"Sudah diinformasikan ke maskapai, ada notice to airmen (notam). Jadi para airlines sudah tahu harus ke mana. Kemudian operator bandara juga aware, seperti Jember itu kan dioperasikan oleh Pemda, di sana sudah aware. Abdul Rachman Saleh itu juga sama, itu kan di dekat situ juga, areanya yang mana mereka sudah tahu, sehingga volcanic ash itu bisa dihindari," urai Novie.

Ia menegaskan, penutupan bandara dan penghentian sementara penerbangan ke Jawa Timur tak dilakukan, karena maskapai masih bisa mencari rute alternatif yang tak melewati Gunung Semeru. "Ke Jember misalnya. Jadi kalau mau ke Jember harus ke mana lewatnya supaya menghindari air traffic services (ATS) rute tertentu," imbuhnya.

Maskapai masih operasi?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3