Terpopuler Sepekan

Wisata Zaman Now! Keliling 40 Negara Bermodal Bitcoin

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 12 Des 2020 19:30 WIB
Keluarga Taihuttus berkeliling dunia bermodalkan Bitcoin/CNBC
Foto: Keluarga Taihuttu berkeliling dunia bermodalkan Bitcoin/CNBC
Jakarta -

Bitcoin saat ini memang belum banyak digunakan sebagai alat pembayaran. Namun, keluarga Taihuttu dari Belanda membuktikan bahwa mereka dapat berkeliling dunia hanya bermodalkan uang digital bitcoin. Uniknya, mereka berkeliling dunia sejak 2017.

Meski demikian, mereka memang menggunakan campervan atau mobil van untuk camping. Dikutip dari CNBC, selama empat tahun berkeliling, keluarga itu hidup dengan bitcoin. Mereka telah melikuidasi aset mereka, dari akun pensiun, mobil, hingga pakaian dan mainan mereka ke bitcoin pada 2017 silam. Saat itu harga bitcoin senilai US$ 900 per koin.

Selama perjalanan mereka memang bertekad tidak menggunakan layanan keuangan tunai dan lainnya selain bitcoin. Untuk beberapa transaksi yang tidak bisa menggunakan bitcoin, mereka memasang dompet bitcoin di ponsel dan menukar bitcoin dengan uang tunai.

"Kami menunggu sampai kami menemukan seseorang yang mau menerima bitcoin," kata kepala keluarga, Didi Taihuttu.

Adopsi massal cryptocurrency selama beberapa tahun terakhir telah mempermudah keluarga untuk bertransaksi hanya dalam bitcoin selama berkeliling ke 40 negara. Tetapi untuk bertahan, mereka harus menjadi kreatif.

Beberapa transaksi mereka lakukan melalui kombinasi barter, tawar-menawar, kartu debit bitcoin, dan meyakinkan vendor untuk menerima cryptocurrency, keluarga ini telah berhasil melintasi sebagian besar Eropa, Asia, dan Oseania.

Dalam perjalanan mereka ada dua tempat yang sepenuhnya menggunakan bitcoin yakni ibu kota Slovenia Ljubljana dan desa kecil Italia bernama Rovereto. Di Ljubljana, mereka membayar seperti perbaikan mobil dan tiket bioskop dalam mata uang kripto, dan di Rovereto membeli sepeda motor, membayar pajak, atau memotong rambut menggunakan bitcoin.

Bagi Didi, baik desa tradisional yang sangat kecil dan ibu kota suatu negara kini banyak yang menggunakan bitcoin.

"Menurut pendapat saya, negara mana pun, kota mana pun di dunia, dapat memiliki adopsi bitcoin yang sama sebagai penyimpan nilai, atau pembayaran, atau uang tunai peer-to-peer," jelasnya.

Langsung klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2