Google-Aramco Buka Layanan Cloud di Arab Saudi

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 10:18 WIB
Google Doodle
Foto: screenshot/detikINET
Jakarta -

Google sepakat membuka layanan komputasi awan atau cloud computing di Arab Saudi melalui kesepakatan dengan produsen minyak dan gas (migas), Aramco.

Kepala Eksekutif Unit Cloud Google, Thomas Kurian telah menyetujui kesepakatan untuk bermitra dengan industri energi Arab Saudi. Kesepakatan ini akan membantu Aramco melayani konsumen dengan baik. Selain itu, sebagai upaya Google untuk mengejar Microsoft Corp. dan Amazon.com Inc. di pasar komputasi awan.

"Dengan perjanjian ini, teknologi dan solusi inovatif Google Cloud akan tersedia bagi pelanggan global dan perusahaan di Arab Saudi untuk memungkinkan mereka melayani konsumen dengan lebih baik," kata Kurian, dikutip dari Bloomberg, Senin (22/12/2020).

Google akan bekerja sama dengan Saudi Aramco Development Co., sebuah divisi dari Saudi Arabian Oil Co. Aramco untuk mencari pengecer lokal yang akan menggunakan layanan cloud Google di negara tersebut. Termasuk Snap Inc., pelanggan cloud Google yang menyediakan aplikasinya di Kerajaan.

Aramco memprediksi layanan cloud di negara tersebut mencapai US$ 30 miliar pada tahun 2030. Sebelumnya, kesepakatan ini telah ditandatangani oleh Aramco pada 2018 sebelum Putra Mahkota Mohammed bin Salman melakukan kunjungan ke Google.

Namun, kesepakatan itu ditentang karyawan Google dengan alasan kerja sama dengan industri minyak akan menimbulkan masalah lingkungan dan politik. Bahkan, Mantan Peneliti Google Jack Poulson mengatakan dia khawatir layanan cloud Google di Arab Saudi dapat digunakan untuk mengawasi warga negara dan mengurangi kebebasan berekspresi.

"Google tidak bertanggung jawab untuk melakukan ini tanpa beberapa klarifikasi tentang cakupannya," katanya.

Selain di Arab Saudi, Google juga mengumumkan akan membuka pusat cloud di Chili dan Jerman.
4

(zlf/zlf)