Kemenperin Usul Insentif Baru Jika Diskon Pajak Mobil Tak Direstui

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 13:32 WIB
Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tapi kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu kelangsungan bisnis pedagang mobil bekas.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal mengusulkan insentif baru untuk industri otomotif kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Itu dilakukan jika usulan diskon Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru ditolak Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Sebenarnya secara prinsip usulan diskon PPnBM sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tapi 'bolanya' ada di Kementerian Keuangan selaku bendahara negara.

"Mungkin dari sisi pengelola bendahara negara melihat dari sisi lain, tapi Kementerian Perindustrian tentunya akan mencari kiat-kiat lain untuk bisa mendorong sektor otomotif ini bisa lebih cepat larinya lagi, tidak hanya PPnBM, mungkin dari insentif-insentif yang lain yang akan kita coba untuk usulkan," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo dikutip dari saluran YouTube FMB9, Rabu (30/12/2020).

Dia menjelaskan bahwa sektor otomotif adalah industri yang pemulihannya cenderung lambat dari dampak negatif yang diakibatkan pandemi virus Corona (COVID-19).

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan insentif kepada Kemenkeu agar ada keringanan atau relaksasi PPnBM pembelian mobil baru.

"Karena tadi saya bilang mungkin sektor otomotif ini yang agak lambat untuk kembali pulih," sebutnya.

Pada masa awal pandemi, tingkat utilisasi atau kapasitas produksi terpakai industri otomotif bahkan turun amat dalam, yaitu 20-30%. Meskipun sekarang sudah membaik, tapi peningkatannya relatif lambat.

"Memang dia mungkin sektor yang agak lambat karena terkait dengan daya beli, terkait dengan banyak lagi level-leveling-nya dari sektor pendukung dari sektor otomotif itu sendiri," tambahnya.

(toy/zlf)