Catatan Kinerja Nadiem di Tahun Pandemi

- detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 13:06 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kiri) menerima laporan Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dari Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti (kanan) saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
Nadiem Makarim (Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)
Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan para akademisi punya catatan terhadap sejumlah pencapaian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim sepanjang tahun 2020. Meski terdapat beberapa hal yang perlu pembenahan, berbagai inovasi dinilai telah dilakukan Nadiem di tengah pandemi COVID-19.

Kebijakan yang mendapatkan apresiasi antara lain inovasi pola pembelajaran saat pandemi COVID-19.

"Nadiem mampu melakukan berbagai penyesuaian dalam kondisi pandemi begini terhadap proses pembelajaran, sehingga tetap dapat terlaksana bagus. Hal ini menurut saya yang perlu disambut baik," ujar anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, Selasa (29/12/2020).

Sofyan menjelaskan, beberapa hal yang dilakukan terkait pembelajaran semasa pandemi antara lain penyederhanaan kurikulum yang membuat guru lebih mudah menyampaikan materi. Kurikulum darurat juga membuat beban siswa dan guru berkurang.

"Pendidikan tidak kekurangan materi ajar. Tetap sesuai targetnya. Murid akhirnya tidak ketinggalan pelajaran. Ada solusi yang diberikan Nadiem," ucap Sofyan.

Inovasi lainnya adalah keputusan memberikan pulsa internet belajar secara gratis mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi kepada guru serta murid.

"Ini gebrakan luar biasa Mendikbud sampai dikagumi negara lain. Bagi saya, suatu kebijakan inovasi supaya pendidikan Indonesia tetap mudah berlangsung dan meringankan ekonomi pelaku pendidikan," kata Sofyan.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak (FKIP-Untan), Martono, menyatakan selama tahun 2020 Nadiem menaruh prioritas kepada nasib guru selama masa pandemi dengan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Menurut dia, guru merupakan ujung tombak pendidikan. Apalagi saat pandemi, guru mampu memastikan proses belajar mengajar tetap terwujud untuk mencerdaskan sumber daya manusia Indonesia.

Martono juga mengapresiasi manfaat program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang digagas Nadiem yang dinilai mampu meningkatkan mutu akreditasi pendidikan nasional.

"Gerakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar luar biasa, ada terobosan bagaimana memacu sektor pendidkan kita dapat bersaing hingga ke luar negeri," pungkas Martono.

(dna/dna)