Libur Nataru, 15.000 Petugas di Pelabuhan Tanjung Priok Dikerahkan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 01 Jan 2021 20:30 WIB
Pelni masih memberlakukan penggunaan hasil tes rapid antibodi bagi calon penumpang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona jelang libur nataru
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebanyak 15.000 petugas dan 382 kapal penjagaan di Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut, di Pelabuhan Tanjung Priok dikerahkan untuk melayani kebutuhan angkutan laut.

"Ada sekitar 382 kapal penjagaan dan kurang lebih 15.000 petugas yang bertugas piket Nataru meski di hari libur, untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya, Jumat (1/1/2021).

Dalam kunjungannya hari ini, Budi memberikan semangat kepada para petugas sedang bertugas di lapangan pada hari libur Tahun Baru 2021 ini.

"Di sini saya ingin menemani dan memberikan semangat kepada mereka bahwa tugas sebagai ASN (aparatur sipil negara) itu memang harus dilaksanakan walaupun di hari libur. Saya lihat teman-teman sudah bekerja baik dan extraordinary di tengah pandemi," jelas Budi.

Ia juga berpesan agar para petugas agar tidak lengah untuk melakukan pengawasan selama periode libur Nataru dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Tanjung Priok.

"Tugas para penjaga laut dan pantai sangat berat terlebih di masa pandemi. Mereka memiliki tugas menjaga dan melakukan rescue (penyelamatan) kepada kapal-kapal yang berlayar di laut Indonesia yang begitu luas dari Sabang sampai merauke. Mereka tidak boleh lengah dan harus mengawal pelayaran khususnya di masa Libur Natal dan Tahun baru ini denga baik," tegasnya.

Terakhir, ia akan melakukan evaluasi terhadap pangkalan-pangkalan KPLP, khususnya yang berbatasan dengan negara lain dari ancaman atau gangguan adanya kapal-kapal negara lain yang melanggar aturan.

"Pangkalan yang paling harus di evaluasi adalah pangkalan-pangkalan yang berbatasan dengan negara lain khususnya di daerah Batam dan sekitarnya, khususnya terkait masalah penyeludupan. Kami akan berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Bea Cukai untuk memperkuat pengawasan di perbatasan," pungkasnya.

(fdl/fdl)