Budi Karya Ungkap Perjalanan di Libur Natal dan Tahun Baru Turun 40%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 10:03 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan terjadi penurunan arus perjalanan yang signifikan selama libur Natal dan tahun baru. Meski begitu dia mengaku senang dengan penurunan tersebut.

Budi Karya mengatakan penurunan tersebut bukan sebuah penurunan prestasi, namun justru penurunan itu sengaja diharapkan. Artinya, masyarakat mau membatasi perjalanannya di tengah pandemi Corona demi meminimalisir penyebaran virus.

"Memang telah terjadi penurunan, tapi secara sistematis memang kita kehendaki. Penurunan ini bukan suatu prestasi menurun bagi kita, justru saya apresiasi. Artinya, masyarakat juga mengerti untuk membatasi perjalanan," ujar Budi Karya, dalam penutupan Posko Nataru 2020, Selasa (5/1/2021).

Dia mengungkapkan sejak awal libur Natal dan tahun baru memang pemerintah telah menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap di rumah, meskipun tak ada larangan tegas untuk perjalanan ke luar kota.

"Di satu sisi kita kan nggak melarang pulang kampung, wisata, dan sebagainya, tapi secara bijak kita sampaikan tinggal di rumah lebih baik. Semua itu karena kita mau laksanakan arahan Presiden kita kawal ketat protokol kesehatan," kata Budi Karya.

Adapun dari data yang dikumpulkan dari semua sektor transportasi arus perjalanan penumpangnya turun 40% lebih. Di sektor darat saja arus perjalanan turun 58% dari tahun lalu.

"Dari data yang kami peroleh di sektor ini di darat itu penurunan 58%, yaitu dari 13 juta jadi 5,6 juta," papar Budi Karya.

Kemudian di sektor penyeberangan arus perjalanan turun 47% dari 3 juta penumpang menjadi 1,5 juta saja. Di sektor udara turun 42% dari 3,6 juta penumpang menjadi 2 juta penumpang.

Kemudian, di sektor angkutan laut arus perjalanan turun 62% dari 1,3 juta penumpang menjadi hanya 500 ribu penumpang. Paling banyak penurunan terjadi di sektor kereta api, arus perjalanan turun 83%.

"Di angkutan kereta api turun 83%, rupanya paling banyak turun ini kereta api, dari 3,4 juta jadi 565 ribu," kata Budi Karya.

(ara/ara)