Menhub Sebut Pelabuhan Patimban Akan Saingi Shanghai dan Singapura

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 11:40 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Pelabuhan Patimban dinilai akan menjadi pelabuhan berstandar nasional. Bahkan, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pelabuhan ini bisa menyaingi dan mengalahkan pelabuhan kelas atas di Asia, macam pelabuhan Shanghai dan Singapura.

Budi Karya mengatakan hal itu bisa terjadi saat pembangunan Pelabuhan Patimban selesai seluruhnya di tahun 2027 dengan kapasitas peti kemas sebesar 7,5 juta TEUs. Kemudian, pelabuhan ini akan disinergikan dengan pelabuhan tersibuk di Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok di pesisir utara Jakarta.

"Ke depan Patimban ini bisa jadi pelabuhan internasional yang mampu melayani peti kemas 7,5 juta TEUs. Saya yakin bahwa apabila itu terjadi, dan kita mensinergikannya dengan Tanjung Priok maka kita bisa menyamai, bahkan mengalahkan Shanghai dan Singapura," ujar Budi Karya dalam public expose pelabuhan Patimban, Kamis (7/1/2021).

Pelabuhan Patimban ini sendiri baru saja melakukan soft launching pada 20 Desember 2020 yang lalu. Ada terminal otomotif yang sudah bisa digunakan dengan kapasitas 218 ribu CBU.

Pembangunannya pun akan terus dilakukan hingga tahun 2027, totalnya Pelabuhan Patimban nantinya akan memiliki kapasitas terminal peti kemas sebesar 7,5 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas 600 ribu CBU.

"Itu jumlah yang besar, dan bisa membuat Indonesia negara eksportir yang diperhitungkan di dunia," kata Budi Karya.

Di sisi lain, Pelabuhan Patimban juga akan melengkapi fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Nantinya kedua infrastruktur transportasi ini akan menstimulir arus barang jasa dan logistik di kawasan industri yang ada di Jawa Barat.

"Pelabuhan ini juga akan melengkapi BIJB Kertajati, yang sudah beroperasi terlebih dahulu. Diharapkan bisa stimulir arus barang jasa dan logistik dari kawasan aglomerasi industri Rebana, mulai dari Cirebon, Patimban dan juga kawasan industri di sekitarnya," papar Budi Karya.

"Mulai dari Karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang hingga Majalengka," lanjutnya.

(fdl/fdl)