Tes Acak Rapid Antigen buat Penumpang Mobil dan Bus Sudah Dimulai

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 20:30 WIB
Sejumlah pemudik masih terlihat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Mereka bersama pengemudi bus menjalani rapid test antigen.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Razia atau pengetesan acak rapid antigen terhadap pengguna angkutan darat sudah dimulai sejak kemarin, Senin (11/1). Pengetesan acak itu utamanya dilaksanakan di terminal kepada pengguna bus.

Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi pada Minggu, (10/1) lalu.

"Mulai hari Senin besok beberapa pengetesan secara random sampling untuk pengguna kendaraan angkutan umum bus terutama di terminal-terminal tipe A," kata Budi saat ditemui di Pelabuhan Patimban, Subang.

Pengetesan acak itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perjalanan Orang untuk moda transportasi darat, kapal laut, pesawat, dan kereta api. Tes itu juga akan dilakukan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan ke daerah lainnya selain ke Bali yang menggunakan transportasi umum darat.

Tes acak itu akan dilakukan apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 di daerah. Secara keseluruhan, Kemenhub menyiapkan 20 ribu alat rapid antigen untuk mengecek acak pengguna transportasi darat.

"Target antigen sementara 20.000 karena mulai dari tanggal 11 sampai tanggal 25, sementara 20.000, nanti kalau kurang saya akan minta lagi," ungkap Budi.

Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Bali menggunakan transportasi darat (termasuk angkutan sungai, danau, penyeberangan) dan laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Budi juga mengimbau masyarakat yang bepergian menggunakan moda transportasi darat pribadi agar melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

"Untuk kendaraan pribadi, kami mengimbau kepada masyarakat sudah menggunakan rapid test antigen," pungkas Budi.

(ara/ara)