Mau Tahu Rahasia Jualan Ikan Cupang Pasti Laris? Cek di Sini

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 10:18 WIB
Pengunjung mengamati ikan cupang yang dipajang di Bazar ikan Cupang di Kawasan Pasar Gembrong Baru, Jakarta, Jumat (30/10). Bazar ikan cupang ini digelar mulai hari ini hingga 30 November 2020.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Setiap pelaku usaha pasti senang jika barang dagangannya ludes diborong pembeli. Hal itu bisa saja terjadi oleh para pelaku usaha, namun hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Penghobi sekaligus pebisnis ikan cupang, Mirza Ghulam Ahmad membagikan tips bagaimana barang dagangan bisa diborong oleh para pembeli. Dia menyebut, salah satu caranya adalah menyiapkan dana promosi dengan besaran 3 kali lipat dari modal operasional.

Cara tersebut setidaknya sudah diterapkan dirinya dalam menjalankan bisnisnya, yaitu ikan hias cupang.

"Minimal kita itu menyediakan cost promosi itu minimal 3 kali lipat daripada produksi kita. Misal, sehari itu saya jual ikan itu modalnya Rp 100 ribu, berartikan dalam 1 bulan kita punya modal Rp 3 juta buat produksi kita, nah kita menyediakan uang promosi kita minimal Rp 9 juta selama 1 bulan," katanya dalam acara d'Mentor detikcom, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Dengan biaya promosi yang besar, dikatakan Mirza maka pelaku usaha bisa memanfaatkan berbagai saluran untuk mempromosikan barang dagangannya. Seperti mengiklan di media sosial Instagram, Facebook, hingga mengendorse para Youtuber dan selebgram untuk mempromosikan barang dagangan.

Tips selanjutnya, dikatakan Mirza, perkuat brand produk yang dijual. Dia mencontohkan di dunia percupangan. Meski ikan hias cupang banyak jenisnya, maka disarankan untuk tetap fokus pada satu jenis ikan cupang saja.

"Jadi kta mau ikutin pasar atau pasar yang mengikuti kita. Ada teman saya yang fokusnya di cupang alam hias, ada juga yang cuma jual khusus warna merah. Ada orang yang mengikuti tren misalnya bluerim, semua bluerim, avatar semua avatar. Tapi teman-teman yang sudah punya brand mereka tidak akan pengaruh sama yang kaya gitu," katanya.

Tips selanjutnya adalah menguasai cara penjualan. Dia menjelaskan sebagai seorang pebisnis ikan cupang harus menguasai cara penjualan terlebih dahulu dibandingkan cara ternaknya.

"Karena ketika ikan banyak, kita bingung jualnya kemana. Kalau terbiasa menjual, apapun bisa jual," tegasnya.

Keputusan Mirza menjadi penghobi sekaligus pebisnis ikan cupang sangat tepat. Hingga saat ini booming koleksi ikan ikas masih terjadi di Indonesia. Puncaknya ketika awal pandemi COVID-19 tahun 2020.

Bagaimana awalnya Mirza berbisnis ikan cupang? Lihat di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "'Mama Muda' Raih Cuan dari Cupang"
[Gambas:Video 20detik]