Pemerintah Tarik Utang Rp 35 T Pekan Depan

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 06:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan akan melelang surat utang negara (SUN). Lelang direncanakan pada 19 Januari 2021 atau pekan depan. Adapun, target dari lelang ini sebesar Rp 35 triliun.

Lelang ini dalam rangka untuk memenuhi sebagian target pembiayaan di APBN 2021. Lelang dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Adapun tanggal setelmen ditetapkan pada tanggal 21 Januari 2021.

Berdasarkan keterangan resmi DJPPR Kementerian Keuangan, Kamis (14/1/2021), lelang SUN dalam mata uang rupiah ini target indikatifnya sebesar Rp 35 triliun dengan target maksimal sebesar Rp 52,5 triliun.

Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Adapun pokok-pokok terms & conditions SUN yang akan dilelang adalah sebagai berikut:

Seri SPN03210420 yang jatuh tempo tanggal 20 April 2021 memiliki tingkat kupon diskonto. Sementara enam seri lainnya merupakan reopening. Di mana seri SPN12220106 memiliki jatuh tempo 6 Januari 2020 dengan tingkat kupon diskonto.

Seri FR0086 jatuh tempo pada 15 April 2026 dengan tingkat kupon 5,5%. Seri FR0087 jatuh tempo 15 Februari 2031 dengan tingkat kupon 6,5%. Seri FR0088 jatuh tempo pada 15 Juni 2036 dengan kupon 6,25%. Seri FR0083 jatuh tempo tanggal 15 April 2040 dengan tingkat kupon sebesar 7,5%, dan seri FR0089 memiliki jatuh tempo tanggal 15 Agustus 2051 dengan tingkat kupon sebesar 6,87%.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1.000.000.

(hek/ara)