BPOM Buka-bukaan soal Izin Darurat hingga Efikasi Vaksin Sinovac

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 17 Jan 2021 06:22 WIB
Vaksinasi Corona secara nasional untuk para nakes dimulai. Berikut foto-foto vaksinasi di kawasan Depok dan Solo.
Foto: Tim detikcom

2. Kenapa Efikasi Vaksin Sinovac Beda-beda?

Efikasi vaksin Sinovac di beberapa negara berbeda-beda. Di Indonesia, efikasi vaksin Sinovac ialah sebesar 65,35%. Di Brasil, efikasinya berubah-ubah dari 78%, kini menjadi 50,4%. Kemudian, di Turki mencapai 91,25%.

Penny menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan itu. Pertama, ekosistem strategis masing-masing tempat uji klinis vaksin Sinovac di masing-masing negara berbeda. Kemudian, vaksin Sinovac juga diujicoba pada subjek yang berbeda-beda di setiap negara.

"Memang berbeda suasana ekosistem strategisnya masing-masing tempat di mana uji klinis dilakukan sangat berbeda. Contohnya untuk subjek uji klinis di Brasil itu terdiri dari semua tenaga kesehatan (nakes). Di Turki 20% nakes, 80% adalah pekerja risiko tinggi, supir taksi, pedagang di pasar. Sementara di Indonesia betul-betul dibuka untuk umum," jelas Penny.

Hal itu ternyata berdampak pada hasil efikasi vaksin Sinovac di setiap negara. "Jadi merefleksikan kondisi masyarakat secara umum. Nah itu akan sangat berbeda impact-nya ke efikasi yang ada," ungkap Penny.

Ia mengatakan, faktor kedisiplinan subjek juga sangatlah berpengaruh. Begitu juga dengan tingkat kasus COVID-19 di setiap negara.

"Kaitannya juga dengan risiko penularan. Kalau misalnya setelah divaksin, tapi tinggal di rumah, ketat memakai masker, itu betul-betul akan terlindungi. Selain terlindungi oleh vaksinnya, juga terlindungi oleh masker. Nah ini budaya menerapkan protokol juga berbeda. Dan juga situasi pandeminya berbeda. Di Brasil sangat tinggi, di Turki medium," pungkasnya.

Halaman

(zlf/zlf)