Corona Bikin Nasib Kereta Eurostar di Ujung Tanduk

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 18 Jan 2021 14:02 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 20: Eurostar staff members Silvester Entong and Kimberley Schaap are seen as the inaugural Eurostar service sets off from London to Amsterdam as ticket sales open for the new route on February 20, 2018 in London, England. (Photo by Jonathan Hordle/Getty Images for Eurostar)
Foto: (Photo by Jonathan Hordle/Getty Images for Eurostar)
Jakarta -

Pembatasan perjalanan akibat pandemi COVID-19 telah menurunkan jumlah penumpang kereta api asal London, Eurostar. Hal itu mendorong pelaku bisnis mendesak pemerintah untuk memberikan bantuan kepada sektor tersebut.

Mengutip dari BBC, Senin (18/1/2021) Eurostar melaporkan jumlah penumpang telah turun 95% sejak Maret 2020. Kini jadwal jam perjalanan kereta api Eurostar hanya sedikit. Biasanya dalam satu jam ada dua kereta yang dijadwalkan pada jam jam sibuk. Sekarang hanya menjalankan dua layanan sehari dari London ke Paris dan Brussel.

Sekelompok pemimpin bisnis pun telah menulis surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Transportasi Inggris. Surat itu berisi permintaan akses pinjaman dan keringanan suku bunga bisnis.

"Tindakan cepat untuk melindungi masa depan perusahaan, dengan meminta akses pinjaman atau paling tidak keringanan suku bunga," tulis surat itu.

Isi surat itu juga melaporkan bahwa Eurostar sebagai perusahaan yang saat ini terpuruk. Pasalnya tidak seperti maskapai penerbangan, sektor kereta api belum mendapatkan bantuan pinjaman dari pemerintah.

"Jika bisnis yang layak ini dibiarkan, baik maskapai penerbangan, maupun kereta api domestik bisa rusak," kata surat itu.

Surat itu ditandatangani oleh 28 pemimpin, termasuk Wakil Rektor Universitas Middlesex, Eksekutif perusahaan properti West End Shaftesbury, serta bos pusat konferensi ExCeL.

Juru bicara Eurostar mengatakan tanpa dana tambahan dari pemerintah ada risiko nyata bagi kelangsungan hidup Eurostar.

Sementara, juru bicara Departemen Transportasi mengatakan, "Kami menyadari tantangan keuangan signifikan yang dihadapi Eurostar sebagai akibat COVID-19 dan keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang saat ini dihadapi oleh industri perjalanan internasional."

Dia menambahkan pemerintah telah melakukan kontak dengan Eurostar secara teratur sejak dimulainya krisis pandemi COVID-19 dan akan terus bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

(eds/eds)