Surati Menkes, Menhub Minta Pilot hingga Kenek Prioritas Vaksinasi

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 18:47 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi mendatangi JICT, Jakarta. Kedatangannya untuk meninjau perkembangan pencarian-evakuasi korban dan material pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Foto: Pradita Utama: Menhub Budi Karya Sumadi
Jakarta -

Proses vaksinasi COVID-19 sudah mulai berjalan. Berbagai petugas di garda terdepan seperti petugas kesehatan, TNI dan Polri mendapatkan prioritas untuk disuntik vaksin.

Namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar para pekerja di bidang transportasi juga diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Sebab menurutnya mereka berinteraksi langsung secara dekat dengan banyak orang.

"Ya kita nggak usah segan ngomong pramugari, nggak apa-apa pak. Pramugari itu kan dekat sama kita. Baik pilot juga, supir bus, kenek, terus kondektur dan sebagainya itu kami minta. Supir taksi juga kita minta. Mereka memang harus dilakukan," ujar Budi Karya dalam rapat kerja dengan Komisi V, Senin (25/1/2021).

Untuk mendorong hal itu, Budi mengaku sudah berkirim surat kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar para pekerja di bidang transportasi umum itu bisa segera vaksinasi.

"Saya sudah berkirim surat kepada Menteri Kesehatan untuk operator dari pada transportasi ini diberikan prioritas," ucapnya.

Sebagai tindakan untuk meningkatkan protokol kesehatan, Budi juga menegaskan akan menerapkan GeNose sebagai alat pendeteksi cepat di stasiun kereta api. GeNose dipilih karena memang memiliki harga yang paling murah dibandingkan seluruh alat pendeteksi COVID-19 yang ada saat ini.

"GeNose produk dalam negeri yang harganya murah, Rp 20 ribu. Sementara yang lain dari yang murah sampai yang Rp 1 juta. Nah memang kami laporkan kita akan lakukan bertahap, terutama kami utamakan kereta api," tuturnya.

Budi menilai kereta api dianggap paling pas menggunakan GeNose. Selain transportasi massal yang cukup banyak penumpang, harga tiket juga relatif lebih murah dan terjangkau semua kalangan. Beberapa kondisi harga jasa deteksi COVID-19 bisa lebih mahal dari harga tiketnya.

Menurutnya Kemenhub akan diberi kewenangan oleh Gugus Tugas COVID-19 untuk memberikan surat keterangan mengenai penggunaan GeNose di stasiun kereta api. Dia memastikan akan mengeluarkan surat itu sehingga pada 5 Februari 2021, alat GeNose sudah bisa dipergunakan di seluruh stasiun kereta.

(das/hns)