Anak Buah Joe Biden Mau Pakai Cara Ini Tekan Kesenjangan di AS

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 10:16 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Penasihat Kebijakan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Susan Rice ingin memperbaiki ketidaksetaraan rasial yang telah melanda negaranya. Cara itu dinilai akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi semua orang.

"Ini bukanlah kebijakan yang menyenangkan. Memperbaiki ketidaksetaraan sangat penting bagi ekonomi AS secara keseluruhan untuk berkembang dan makmur," kata Rice dikutip dari Reuters, Rabu (27/1/2021).

Hal itu terbukti dari berinvestasi dalam ekuitas untuk pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan angka yang diterbitkan oleh Citigroup pada September 2020, ekonomi AS telah kehilangan US$ 16 triliun atau setara Rp 224.640 triliun (kurs Rp 14.040) selama 20 tahun terakhir karena diskriminasi.

Sedangkan jika menutup kesenjangan dinilai dapat menambah US$ 5 triliun untuk ekonomi AS selama lima tahun ke depan dan lebih dari enam juta pekerjaan baru akan datang untuk semua warga AS. Menteri Keuangan AS Janet Yellen, dalam surat selamat datangnya kepada staf mengatakan tujuan utama badan tersebut harus memanfaatkan ekonomi AS untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.

"Ekonomi bukan hanya sesuatu yang ditemukan di buku teks. Saya yakin kebijakan ekonomi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memperbaiki masyarakat. Kami harus menggunakannya untuk mengatasi ketidaksetaraan, rasisme, dan perubahan iklim," kata Yellen.

Rice dan Yellen adalah pemain kunci dalam tim ekonomi Joe Biden, yang mencakup spesialis ketimpangan dan pasar tenaga kerja yang akan memprioritaskan kebijakan dengan tujuan untuk membantu wanita dan minoritas yang paling terpukul pandemi COVID-19.Tim ekonomi Biden termasuk orang-orang yang pernah mengalami kemiskinan atau menghadapi diskriminasi dalam perumahan, pekerjaan atau peluang ekonomi.

Senator Republik Tom Cotton, justru mengatakan pendekatan Biden dapat memecah belah dan diskriminatif. Mantan Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, Russ Vought telah meluncurkan sebuah wadah bernama Center for American Restoration, dia berjanji untuk menggalang kaum konservatif untuk melawan kebijakan Biden.

"Joe Biden berjanji persatuan, tapi prioritas utamanya untuk ekonomi kita adalah untuk mencurangi sistem, sehingga orang diperlakukan berbeda atas dasar ras," katanya.

(aid/ara)