Merapi Erupsi, Ini Jadwal Operasi Bandara Adi Soemarmo & Adisutjipto

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 23:35 WIB
Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (1/1/2019).
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta -

Intensitas erupsi Gunung Merapi cenderung meningkat. Menyikapi kondisi tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero), operator Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang lokasinya berdekatan dengan Gunung Merapi mengatur jadwal operasional dua bandara tersebut.

Bandara Adi Soemarmo Solo beroperasi pada pukul 07.00-18.00 WIB, sedangkan Bandara Adisutjipto Yogyakarta beroperasi pada pukul 07.00-16.00 WIB. Angkasa Pura I terus berkoordinasi dengan otoritas dan stakeholder terkait dalam memonitor kondisi terkini dan menginformasikan ke publik mengenai status operasional kedua bandara tersebut.

"Kami tengah berkoordinasi intensif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam lebih besar yang diakibatkan peningkatan erupsi Gunung Merapi. Seluruh penumpang yang akan terbang dari dan menuju Solo dan Yogyakarta, diharapkan untuk terus memantau status penerbangan Anda melalui pihak maskapai dan/atau dapat mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan Contact Center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter @AngkasaPura172," ujar Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, dalam keterangan tertulis Rabu (27/1/2021).

Selain itu, untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi tersebut, saat ini Angkasa Pura I tengah melakukan sejumlah persiapan seperti:

1. Melaksanakan aerodrome observation berupa pengamatan lapangan, visual report, dan paper test on airside dan berkoordinasi dengan pihak terkait,
2. Memonitor penerbitan NOTAM oleh Direktorat jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
3. Melaksanakan safety risk assessment.
4. Menyiapkan skenario penanganan penumpang untuk mengantisipasi penumpukan di area keberangkatan, area check in, area publik, akibat pembatalan penerbangan (cancel flight),
5. Melaksanakan skenario pengalihan penerbangan yang berkoordinasi dengan stakeholder terkait,
6. Melakukan pelayanan bagi penumpang yang terdampak delay.

(hns/hns)